• Kisah Hujan

    Hati, tubuh, jiwa, bisa terganti. Namun tulisan-tulisan kita (kemarin) akan selalu abadi. Entah dimana, di negerinya sendiri.

  • Menerka Hujan

    Percayakah kamu kalau saat hujan turun doa kita lebih bisa terkabul? Jadi kenapa tidak mengubah rindu menjadi doa, lalu semoga semuanya baik saja :)

  • Firasat Hujan

    Di Kota Hujan, kadang karena terlalu dingin, jadi terasa perih.

  • Sajak Hujan

    Puisi-puisiku berlari dalam hujan menuju rindu paling deras; kamu.

  • Senandung Hujan

    Ada senandung Tuhan, dalam tiap tetes hujan. Hujan akan tetap menjadi hujan, nikmat Nya yang tak bisa di dustakan.

  • Kota Hujan

    Hujan tahu kapan harus membasahi kota ini. Hujan juga tahu kapan harus berhenti.

  • Hujan dan Kopi

    Karena aroma secangkir kopi juga sebuah cinta.

  • Dongeng Hujan

    Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.

Suara-Suara dalam Kepalaku yang Berkata "Aku Kurang Bagus"

Jumat, 31 Desember 2010
Hidup ini berisi hal-hal yang biasa dipikirkan seseorang sepanjang hari."
                                                                     -Ralph Waldo Emerson
Kita semua kadang mendengar suara batin yang membuat kita menyesali diri. Kita mengucap kata-kata kejam kepada diri sendiri. Pendapat orang lain kadang-kadang nggak separah pendapat kita sendiri dalam melukai diri, yang menghalangi dan membuat kita menyesali diri.     
             Ada gunanya kalau kamu berhenti sejenak untuk memperhatikan caramu berbicara pada dirimu sendiri dalam hati. Apa saja yang kamu katakan pada dirimu, saat kamu merasa nggak berhasil dengan baik, atau saat kamu merasa diri kurang menarik? Kalau kamu nggak pernah meluangkan waktu untuk mendengarkan suara-suara itu, kamu pasti akan terkejut waktu menyadari betapa kerasnya kamu pada dirimu sendiri.
             Dari mana asalnya suara-suara ini? Ada yang berasal dari pendapat orang tua, orang dewasa lain, saudara kandung kita, ataupun teman sekolah, yang secara nggak sadar telah kita resapi. Sisanya adalah kritik serta pendapat nggak terucap, yang kita cemaskan dari figur berpengaruh di sekitar kita. Biasanya, kalau seseorang merasa bahagia atas dirinya sendiri, ia juga akan baik terhadap orang yang berada di sekitarnya. Orang yang sering mengungkapkan perasaan negatif terhadap kita, mungkin sekali sebenarnya merasakan hal yang sama terhadap dirinya sendiri. Sejalan dengan waktu, kalau nggak hati-hati, kita tanpa sadar menjadikan sikap mereka itu sebagai konsep tentang diri kita sendiri. Kita memilih untuk lebih percaya pada pendapat negatif mereka, dari pada pendapat-pendapat positif yang juga ada di sekitar kita. kalau kita mau mendengarkan.
             Apakah suara-suara itu memang suara batin kita yang sesungguhnya?? Apakah suara-suara itu memang bertujuan baik pada kita?? Apakah kita benar-benar setuju dengan pendapat yang dikatakan suara-suara itu??
             Kita perlu belajar mengatasi suara yang merusak ini, melakukan identifikasi suara-suara itu seperti apa adanya, dan nggak membiarkan mereka membentuk dan mengendalikan kita. Cobalah menciptakan dan menumbuhkan suara batin yang nggak meremehkan kemajuan kita dalam kehidupan, tapi justru merangsang pertumbuhan positif kita ke arah keasadaran diri yang sesungguhnya. Kita perlu berbincang dengan diri kita sendiri dalam suatu "diskusi dalam diri" yang membangun, bukannya menghancurkan.



Ubahlah caramu berpikir,
maka duniamu juga akan berubah..
                                  -Norman Vincent Peale 

                                      
Read More - Suara-Suara dalam Kepalaku yang Berkata "Aku Kurang Bagus"

Tentang Saya

Selasa, 07 Desember 2010

Salam kenal...

Saya Nick salsabiila. Tepatnya Unik hanifah salsabiila. Saya suka menulis. Menulis apaa sajaa...semua saya suka. Saya adalah seorang pecinta mimpi. Ketika bermimpi, saya akan mendapatkan sebuah senyum harapan di sana..dan itu makin membuat saya merasa optimis. Begitu pula saat menulis. Berjuta kata yang takkan pernah mampu saya semburkan melalui lisan akan mampu saya ukir di atas sehelai kertas.

Ketika saya mengucapkan "aku"..maka yang saya maksud adalah sesuatu yang betul-betul unik. Saya bukan orang yang menyukai perbedaan, namun garis kehidupan yang saya jalani sering menjebak saya pada tantangan untuk menyikapi segala perbedaan itu.

Banyak hal yang menjadi inspirasi saya dalam menulis. Namun, saya mempunyai senja dengan hiasan rinai hujan yang membuat saya makin ingin menari di atas imaginasi saya tanpa mampu menghentikannya...-terkadang-

Saya adalah gadis biasa di antara sekian banyak gadis di dunia ini. Akan tetapi, saya tidak pernah ingin untuk sekedar menjadi butir pasir di antara gurun yang gersang. Saya ingin menjadi hujan pada siang yang terik..ataupun senja untuk mengakhiri sebuah hari yang padat. Karena apa?? Karena saya ingin..setidaknya ada orang yang menyadari saat saya mulai terbang dan menghilang. 

Salam persahabatan yang terindah dari saya....

Unik Hanifah Salsabiila
Jika ada yang ingin berdiskusi dengan saya,,jumpai saya di sini :
YM : nicksalsabiila [nice.dream89@ymail.com]
Twitter : nicksalsabiila
Flickr : http://www.flickr.com/photos/nicksalsabiila/ 
Blog kedua saya : Siluet senja [nickzone-miracle.blogspot.com]
dan facebook :
Read More - Tentang Saya

Siapakah Aku, Kalau Aku Sudah Mandiri?

Sabtu, 31 Juli 2010

Kita semua akan mencapai satu titik, saat kita ingin jadi seseorang yang berlainan dengan orang tua kita. Hal itu memang membingungkan. Hal itu membuat kita bebas. Hal itu menyakitkan. Mendebarkan. Menakutkan. Peristiwa itu disebut pemisahan diri dan pembentukan individu yang mandiri. Mandiri berarti menjadi diri sendiri.tanpa unsur tambahan--menjadi bentuk tersendiri. Ini nggak berarti kita harus berpisah jauh secara fisik. Maknanya lebih psikologis dan emosional. Mandiri berarti tahu garis batas diri kita dan orang lain; pikiran kita nggak terbaur dengan orang lain. Kita bukan hasil foto kopi. Kita adalah diri kita sendiri.
         Proses ini berlangsung paling intens di masa remaja. Beberapa perasaan yang muncul di sekitar tahap kehidupan ini adalah rasa takut, amarah, rasa gembira, kekacauan identitas, dan juga kebahagiaan. Kelompok kawan sebaya jadi sangat penting. Hubungan dengan teman bisa bermacam-macam bentuknya--dari yang menakjubkan sampai mengancam.
         Selama fase ini, ada anak-anak yang bisa tetap berkomunikasi secara akarab dan menyenangkan dengan orang tua mereka. Tapi ada juga hubungan orangtua-anak yang mengandung banyak konflik. Orangtua bisa merasa dicuekin kalau mereka nggak paham bahwa ini adalah fase yang alami dan penting. Orangtua nggak bisa mengerti kenapa sekarang anak-anak nggak mau bersama mereka terus, kenapa teman-teman menjadi sangat penting bagi remaja, dan kenapa remaja sangat menginginkan privasi. Ada juga orangtua yang bersikap terlalu "memasukkan ke dalam hati" kalau anak mereka menunjukkan keinginan untuk menjadi individu terpisah, sehingga lalu bertanya-tanya, apa salah mereka.
        Mereka nggak melakukan kesalahan apapun!! Semua ini adalah proses yang alami. Kalau kita ingin jadi mandiri diperlukan latihan. Inti masalahnya, bagi orangtua maupun remaja, adalah menemukan cara agar bisa terpisah tapi tetap saling terhubung. Kita semua memerlukan dukungan dari orang-orang yang kita cintai. Menjadi orang mandiri bukan berarti kehilangan orang-orang yang kita cintai. Ini hanya bagian dari proses pematangan diri serta tumbuh dewasa. Kita nggak bakal pernah berhenti membutuhkan hubuangan yang erat dan mendalam, serta dukungan dari keluarga dan teman.
        Dalam proses kamu menemukan dirimu sendiri, kamu mungkin akan mengalami kekecewaan. Kita pun jadi tahu, ternyata ortu kita bukanlah manusia sempurna seperti yang kita sangaka sebelumnya. Kita jadi tahu mereka ternyata juga hanya manusia biasa. awalnya kita memang perlu membiasakan diri dengan hal ini, tapi ini juga menimbulkan rasa lega karena artinya kita juga cuma tinggal menjadi manusia biasa.
        Meski di jalan menuju kemandirian bisa terdapat banyak duri dan batu sandungan, ini adalah proses yang alami dan normal. Belajar berdiri di atas kaki sendiri membantu kita tumbuh dewasa. Ini bukan berarti kita nggak boleh meminta bantuan atau bersandar pada orang lain. Ini hanya berarti bahwa kita mengatur hidup kita sendiri. Setelah mengenal suatu sisi dalam diri kita sendiri, kita bisa memilih karir yang sesuai dengan diri kita dan mengejarnya. Kita bisa mencari pasangan hidup yang sesuai. Dan kita akan memperoleh kekuatan, energi dan gairah untuk menjalani hidup. Mandiri bukan berarti sendiri. Kita semua perlu pergaulan, teman-teman adalah bagian terpenting dalam hidup. Kita semua memerlukan keluarga dalam berbagai bentuk. Mandiri berarti kamu belajar mendengarkan petunjuk dalam dirimu, belajar mengandalakan kemampuanmu, serta menemukan kekuatanmu. Hidup adalah sebuah petualangan dan diperlukan keberanian untuk benar-benar menjalaninya dengan baik.
Read More - Siapakah Aku, Kalau Aku Sudah Mandiri?