Bercinta Tanpa Duka...^^

Minggu, 13 Februari 2011
Adakalanya, kita ingin memperoleh suatu pengalaman dari orang lain saja. Rasanya hati kita menolak dan merasa tak sanggup bila harus mengalaminya sendiri. Namun kita semua tahu, ada sebuah pengalaman tentang rasa yang mau tidak mau akan mampir dalam hidup kita. Sengaja atau pun tidak, menolak atau pun menginginkan...dia akan tetap hadir. Siapakah dia??? [pasti semua bisa ngejawab nih....^^]. Ya...dialah CINTA. Bolehlah kalau kau mau bilang ini adalah sebuah jawaban klise, atau kau mau katakan bahwa ini adalah kisah klasik yang gaungnya akan kau rasakan sepanjang masa, atau bahkan kau boleh mnghujat bahwa ini adalah sebuah perbincangan yang membosankan karena akan ada hati yang terluka saat menjalaninya. Whatever,,, karena apapun itu, apapun yang mereka bilang tentang dilemanya cinta, yang pasti dalam sadar ataupun tidak...kita tengah hidup dalam lingkaran cinta itu sendiri !! 
        Saat kita lanjut usia...yang mampu membuat kita tegak menjalani kehidupan adalah cinta itu sendiri. Aku tak pernah mengatakan, bahwa cinta yang kudengungkan hanyalah cinta antara sepasang manusia. Yang aku tahu, cinta itu begitu luas. Tak mampu dirumuskan seperti rumitnya alajabar, karena dia lebih dari sekedar itu. Saat usia belia...pernahkah kita membayangkan, bahwa suatu saat nanti kita akan mencintai seseorang yang memang harus kita cintai meski hati kita menolak, atau kita diharuskan mencintai sesuatu yang telah memperburuk kehidupan kita [menurut pandangan manusia, bukan pandangan Allah...]??? Tentu saja tidak...!! Karena kita akan mengeja semua kisah cinta itu secara perlahan. Tanpa kita sadari, saat kita mampu menyelesaikan kisah cinta kita di usia dewasa...maka itu adalah hasil dari kita mengeja tentang cinta di usia belia.
        Aku pernah jatuh cinta! Dalam cinta itu aku pernah terluka, pernah bahagia, bahkan pernah memendam segalanya. Namun aku tak pernah lelah untuk memulai lagi cinta itu. Tak penting, apakah sosok yang kita cintai akan mengerti cinta kita dan belajar mencintai seperti apa yang kita rasa...itu sungguh tak penting. Mengapa?? Karena pada hakikatnya, cinta itu tak pernah mampu terucap dan terlukiskan secara jujur. Kalau kau tak percaya...coba tanyakan tentang ukuran cinta pada seseorang yang kau anggap paling mencintaimu di dunia ini. Dia akan sulit melukiskan segalanya. Bahkan, ketika dia telah mencoba menyamakan cintanya dengan sesuatu yang bernilai di bumi ini pun, tetaplah itu bukan merupakan sebuah kejujuran dalam hatinya. Karena...tak ada yang tau, bahwa cinta yang begitu besar dalam hati pasangan kita tersebut benar-benar tak pernah meredup meski sesaat.
        Manusia pada hakikatnya bukan lah makhluk yang sempurna. Pun dalam cinta itu. Akan ada waktu dalam diri-diri yang mencinta, bahwa cintanya terkadang akan memudar..atau pun melemah. Yah..seperti halnya iman. Karena iman adalah termasuk interpretasi dari cinta itu sendiri. Maka manusia yang tak sempurna itu akan selalu berusaha mendekati kesempurnaan demi sesuatu yang dicintainya secara mendalam. Maka di sinilah akhirnya kita mampu memberikan tolak ukur pada cinta kita yang luas tersebut, dan menjadikannya lebih mengerucut. 
        Sebodoh apapun manusia itu, selemah apapun manusia itu, dan sejauh apapun ia dari kesempurnaan...itu semua menjadi tak lagi berarti jika ia mengerti cara mencintai yang benar. Ketika kita melandaskan segala rasa cinta kita pada Yang Maha Dicintai, maka cinta kita akan terdefinisikan. Cinta kita akan beralasan. Cinta kita nggak akan buta. Cinta kita akan terjabarkan. Cinta kita tak pernah berakhir menyakitkan. Dan yang utama...cinta kita takkan pernah mampu berdusta...meski kita bukanlah orang yang sempurna di hadapanNya, dan dihadapan seseorang yang kita cintai. Karena saat cinta itu mulai memudar, saat cinta itu melemah untuk kemudian menghilang..maka Sang Pencinta akan terus menjaganya, meniupkan api pada lilin yang mulai meredup, dan membiaskannya dalam pelangi cinta. Semua akan tetap terjaga dalam rengkuhanNya. 
        Maka di sinilah persoalannya. Bagaimanakah cara kita untuk memperoleh hak paten dalam cinta kita tersebut? Agar segala hal yang kita cintai terus terjaga, agar tak pernah ada lagi cinta yang padam, agar ada sesuatu yang selalu melapisi cinta kita dengan sebuah benteng yang kokoh.....
Iman adalah jawabannya!! Dan Islam akan meneguhkannya,,,^^
PS : Aku nulis ini pas aku lagi jatuh cinta, aku juga bukanlah pecinta yang sempurna. Maka jika kelak aku menemukan sosok yang mencintaiku karenaNya, aku berjanji untuk takkan pernah melepaskannya...karenaNya pula...@_@

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)