Ketika Luka Bicara...

Selasa, 15 Februari 2011
Suatu ketika aku mengagumi seseorang. Dia bukanlah sosok sempurna yang didamba banyak wanita. Tapi dia tangguh dalam mengarungi kehidupan-sungguh seperti seseorang yang selalu kuinginkan-, itulah yang membuatku tak ingin berpaling untuk terus mengagumi dan mencintai kehadirannya. Tak lama kemudian, hadir pula sosok lain dalam kehidupanku. Dia datang membuatku sedikit terluka. Membuatku marah dan membara meski sebenarnya aku tak berhak untuk itu. Tapi siapa yang peduli...toh sebuah rasa tak pernah mampu untuk dipaksa...
        Hingga suatu ketika aku mulai menyadari sebuah perubahan dalam diriku. Aku mulai merasa tak berguna dan tak berarti, dengan segala kekurangan yang tampak begitu sempurna. Aku lelah dan menginginkan ada tangan yang meraihku untuk kembali menyapa dunia. Untuk menyadarkanku, bahwa meski aku tak pernah mampu menjadi sepertinya..namun aku adalah diriku dengan segala yang ada. Aku luar biasa dengan caraku, dan aku pun berhak bahagia sepertinya.
        Karena aku ingin bangkit secepatnya, maka aku tak lagi menginginkan siapapun untuk membuatku bangkit kembali. Hanya Cinta lah yang masih kupertahankan untuk mengisi kekosongan dan harapan-harapanku. Pada Cinta [red. Allah, cinta sejati kita] aku terus berdoa, agar aku mampu menjadi sempurna...meski di mata Cinta saja. Aku benar-benar tengah cemburu pada seseorang meski aku tahu pasti bahwa aku tak pernah berhak untuk itu. Sungguh sulit membuatku menyadari kesalahan hatiku saat itu.
        Maka ketika pada akhirnya hari-hari yang menyiksa itu terus berlalu dan meninggalkan aku dalam kesunyian. Ternyata aku mampu tersenyum dan berkata...."Terima kasih atas kehadiranmu yang mampu melukaiku sekaligus membuatku berdiri jauh lebih tegar dibanding sebelumnya,,,^^" Bukan,,,bukan sosok yang kukagumilah yang pada akhirnya memberiku semangat untuk tetap menjadi 'sesuatu'. Tapi justru sosok yang kucemburui itulah yang membakar jiwaku, melumatkan aku dalam rasa malu, menyayatku hingga aku mampu mengubah sayatan menjadi sebuah ukiran, dan mengajariku terbang meski sayapku mulai terkoyak dan patah.
        Terkadang guru kehidupan memang bukanlah kebahagiaan, melainkan beberapa sayatan yang menyakitkan. Itulah yang kupelajari saat itu. Dan kau takkan pernah benar-benar menjadi 'sesuatu', sebelum kau merasakan cambukan, dan meneteskan air mata karena perihnya sayatan itu. Dari situlah aku mulai belajar untuk mencintai setiap jejak yang ditinggalkan orang lain dalam hidupku. Karena apapun itu, semuanya akan mengajarkan kita cara untuk menjadi 'sesuatu' yang jauh lebih berarti dibanding sebelumnya...Maka mulai hargailah hidupmu, kawan....semoga Cinta kan selalu memberkati dan meridhoi jalanmu...^___^
        Jangan takut dan menyerah ketika seseorang berkata, "Kau takkan mampu menjadi yang kau inginkan. Harapanmu terlalu tinggi, kau kurang realistis!!" Meski saat mendengar kalimat itu hatimu sempat ingin menangis, dan otakmu memaksamu untuk berhenti melakukan sesuatu....tetaplah kau pada mimpi-mimpimu. Berhentilah sejenak jika kau memang benar-benar lelah. Tapi bukan menjadikan 'berhenti' itu menjadi sesuatu yang membuatmu terdiam untuk banyak waktu. Jadikanlah 'berhenti'mu itu sebagai sebuah perenungan...di mana kamu akan menyusun strategi baru yang tak perlu dimengerti orang lain. Cukup dirimu dan Cinta saja yang tahu agar kau tak makin tersayat dan terkoyak dengan komentar baru mereka.
        Cinta akan selalu bersama mimpi-mimpimu....kau tahu kan, Cinta tak pernah berdusta...dan bahkan telah mengingatkanmu dengan sesuatu =D
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِم        
Kau tentu tak lupa tentang peringatan Cinta dalam ayat tersebut bukan???? Huuufft...begitulah kawan...akan ada banyak aral saat kau mencoba untuk meraih bintang. Namun jangan pernah takut, karena kita tak pernah benar-benar sendirian!!^^
"Hingga suatu malam aku pernah berkata pada diriku....
Benarkah hanya dia yang mampu menjadi seperti itu?
Lalu nuraniku menjerit,,,
Tidak!! Bukan karena kau ditakdirkan tak mampu menjadi sepertinyalah kau hidup...
bahkan kau ditakdirkan menjadi seperti apapun yang kau mau...
hanya saja...terkadang pikiranmu sendiri yang telah memenjarakanmu dalam istana pekat....
Maka malam itu aku bangkit dan berlari mengejar ayunan langkahku yang tlah tertinggal jauh...
Dan aku tak pernah berhenti lagi, hingga aku mampu berlari sejajar dengannya dengan cara yang .....'berbeda'....^^"

6 komentar :

  1. semoga saat ini yang terluka sudah meninggalkan luka lama dan mendapatkan semangat barunya...nick memang unik ya...hehehee...salam dari jauh nitnot...

    BalasHapus
  2. biarkan luka itu pergi,,semua akan baik-baik saja, aku kau dan kita pernah merasakan luka itu :)

    BalasHapus
  3. Cemburu pada hal baik itu .. baik

    BalasHapus
  4. @mas nitnott...amiiinn..mas nitnot....luka itu tlah blangsung bgtu lama kok..q skrng masih terluka...tapi utk luka yg bbeda tentunya...hehee...salam persahabatan selalu mas...^^

    BalasHapus
  5. @mbak meutia....iya mbak....qt tentu harus terluka karena hidup adalah luka - liku tiada akhir..hehee..miss u mbak..^^

    BalasHapus
  6. @mas fahrie..hehee...iya mas..tapi saia masih bngung...cmburu saia itu baik tdk..haha...^^

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)