Mencintai Hujan....#1

Senin, 21 Maret 2011
          Hujan!!! Suara gemuruhnya yang khas kembali meramaikan suasana di luar kamarku. Hatiku layaknya ladang gersang yang kembali tersiram air. Sejuk....dan hmmm...aroma tanah yang tersapu hujan adalah salah satu aroma favoritku, selain aroma sedap masakan ummiku tentunya.  Segera kubereskan ranjangku dan seluruh berkas-berkas makalahku. Aku ingin segera menikmati hujan ini. Seperti biasa, segera kuposisikan diriku senyaman mungkin di ranjangku yang memang berada di tepi jendela. Kusingkap gorden ungu kesayanganku lebar-lebar. Aku benar-benar tengah ingin menikmati hujan ini, setelah seminggu lebih aku tak lagi mempunyai waktu untuk bercanda dengannya karena tugas-tugas seabrek dari dosenku.
          Hmmmffhh...tak ada yang berbeda darinya. Semua tetap sama, suasana kelabu dan basahnya selalu mampu memberikan dimensi ruang yang berbeda di mataku. Jauh dari penatnya jalanan yang kerap membuat kepalaku berdenyut, jauh dari hati yang tersapu amarah dan kekesalan, serta serasa lepas dari bejibun tugas yang tak kunjung habisnya. Dan gadis kecil itu pun tetap sama!!! Dia ada di sana, di tepi sebuah jendela kusam yang berada tepat di seberang kamarku. Wajah mungilnya menatap malu-malu pada hujan yang kian menderas. Ada senyum polos tersungging di sudut bibirnya. Dia benar-benar tampak mencintai hujan ini, lebih dari sekedar aku mencintainya. 

          Tiba-tiba mata jelinya selintas memandang ke arahku. Segera kuayunkan tanganku untuk menyapanya di antara dentuman hujan yang jatuh ke tanah. "Hai adik kecil,,,apa yang membuatmu mencintai hujan ini lebih dariku??" Sangat ingin kuteriakkan kata-kata itu padanya. Namun urung kulakukan, karena aku yakin ia takkan mampu mendengar suaraku dalam teriakan-teriakan hujan yang kian berpadu ini. Tak kusangka, secara perlahan...tangan gadis itu perlahan terangkat disertai segaris senyuman mungil untuk membalas sapaanku. Deg!! Hatiku sangat bahagia melihatnya....
          Ya,,,,sudah sebulan terakhir ini aku selalu menikmati hujan bersama gadis kecil di balik jendela kusam itu. Dan sudah sebulan itu pula aku selalu mencoba menyapanya dalam kebisuan tanpa mendapat sedikitpun balasan darinya. Seolah, ia benar-benar tak ingin ada seorangpun yang merebut hujan ini darinya. Tapi hari ini ia membalas lambaian tanganku, bahakan ia memberi bonus dengan sebuah senyuman yang tersungging dari bibir mungilnya. Aaahh...hujan kali ini tampak lebih indah dan syahdu dibanding biasanya....Terima kasih sayang....
          Entah sejak kapan aku mulai menyayanginya. Aku menyayanginya, seolah tengah melihat gambaran diriku yang selalu tertawa oleh hujan. Gadis cilik itu benar-benar telah menempati ruang di sudut hatiku. Tapi siapakah dia?? Benar-benar konyol rasanya, melihat diriku yang tak mengenali tetangganya sendiri. Tapi aku memang tak mengenalnya cukup akrab. Karena hanya dia dan keluarganya yang selalu menutup diri dari lingkungan komplek ini.Yang aku tahu, dia adalah putri tunggal keluarga kecil tersebut. Dinamakan keluarga kecil tentunya, karena menurut tetangga di samping rumahku...ia hanya tinggal bersama ibu dan ayah angkatnya.  Owwhh,,,dia sungguh telah meraih hatiku untuk mengetahui lebih jauh tentang kehidupannya.
          Mungkin inilah yang disebut dengan naluri pendidik, hehehe....Aku tak tahan untuk tidak mencari tahu tentang gadis yang mencintai hujan itu. Aku benar-benar mencintai dunia yang dipenuhi malaikat kecil seperti ini. Aku ingin merengkuhnya dan menariknya dari kesunyiannya saat menikmati hujan. Pagi itu, aku mendatangi rumah sederhananya. Ketiga ketukan yang kubunyikan tak kunjung mendapat jawaban yang cukup berarti. Akhirnya kutinggalkan rumah itu dengan perasaan kecewa. "Adik kecil....tak inginkah kau berbicara padaku..?? Aku juga mencintai hujan...sama sepertimu..." Ucapku perlahan sembari berjalan ke arah rumahku.
          Tak terasa, satu bulan telah berlalu....Sepanjang waktu itu pula aku tak lagi menghabiskan hari-hariku bersama hujan yang turun di balik jendela kamarku. Akhir-akhir ini aku memang jarang di rumah. Tugas dan kegiatan-kegitan kampus dengan suksesnya telah merebut kebersamaanku dengan hujan dan gadis kecil di balik jendela kusam itu. Tapi gag papa...hari ini, aku akan mengunjunginya dari balik jendela. Tentu saja, aku berharap akan menemukannya di sana...karena hari ini adalah hari yang basah oleh hujan.
          Aku tersentak dan tertegun cukup lama di balik jendela. Ada yang berbeda dengan hujanku kali ini. Gadis cilik itu tak ada di sana!! Dia alpha menemaniku menikmati hujan untuk pertama kali semenjak aku mengenal sosoknya!! Sepi rasanya, baru kali ini aku merasa bahwa hujan juga mempunyai arti kesedihan. Baru kali ini aku berpikir, bahwa kelabunya hujan tak selalu menghempaskan banyak beban...tapi juga menyangsikan sebuah kebersamaan dan kebahagiaan. 

To be continue....

                                                                                     

35 komentar :

  1. ya...hujan adalah sebuah nafas...!!

    BalasHapus
  2. Hi...Ty...merindukanmu...masih dalam hujan ini...^^
    kpn qt jln bareng lagi??

    BalasHapus
  3. Aku juga suka memperhatikan hujan,
    sewaktu masih kecil ...
    masa sekolah ...
    masa remaja ...
    bahkan masa kini ...
    hujan ... banyak cerita didalamnya

    BalasHapus
  4. @mbak ani...sama mbak...hujan slalu mnyimpan bnyak kisah,,,^^

    BalasHapus
  5. Unnniiikkk....Q kangeeeennnn,,,call me dong cintaaa...q kangen denger suaramu n tawa ceriamu...love u sista...hiks...

    BalasHapus
  6. @Ty..hehehe,,,akhirnyaaa,,kamu merindukanku,,,
    \(^__^)/

    BalasHapus
  7. Geregeeeeet nunggu selanjutnya? Eh gadis itu siapa memang? O, tidak. Kepalaku cenut2..dan amnesiaa :))

    BalasHapus
  8. cepat-cepatnya posting kelanjutannya.bagus lo.kapan ni,mampir keblog ane?

    BalasHapus
  9. @mas Qefy....hohhoo...gadis itu,,,pastix seorg malaikat kecil yg lucu mas...[tunggu aja selanjutx...hehee]...waduuhh...masa' gr2 baca postinganq langsung amnesia lagi???atau itu masih efek dr melendung kmarin??hahaa...^^

    BalasHapus
  10. @mas i-one...loh...saia serriiingg bgt mampir loh mas...malahan saia ninggalin komen di judul postingan yg,,[apa yaa..lupa...] pokokx ttg makan gag habis...heheee...
    nih skrng q lagi ngakak guling2 ngebaca episode jawaban bhs.indox mas i-one yg ancur,,,heheee^^

    BalasHapus
  11. wah mbak ini orang jawa ya....monggoinarak blogspot artinya silahkan masuk......hehehe mbk jago bikin fiksi ya.... aku juga banyak koleksi fiksi mbak.....salam kenal ya.... salam hangat BERGER

    BalasHapus
  12. hujan = wangi humus jati..
    saye suke skali.. :D

    BalasHapus
  13. @mas arief...waaw..tentuu..saia org Jogja aseli 100 % nih mas..hwehee...kyakx mas jg deh...dr namax..kayak ada aura jawax gt...hehehe..salam knal jg mas..saia masih blajar kok...^^

    BalasHapus
  14. @mb' Asriani...sama mbak...hujan...hmmm..bau tanah selepas hujan..lebih dari sekedar aroma terapi ya mbak..hehee..^__^

    BalasHapus
  15. Assalamualaikum,
    kunjungan pertama salam kenal mba..

    singgah juga dirumah maya ku ya.. ^__^

    BalasHapus
  16. @mbak yhantee...salam kenal ya...selamat menikmati...mana nih alamatx??^^

    BalasHapus
  17. kok belum ada postingan baru,ane penasaran,hehe.klu ada waktu kunjungi blog ane ya

    BalasHapus
  18. @mas i-one...ini yg tbaru mas...tar kalau hujan turun..baru dilanjutin...hehee...saia maen ke t4 mas kok...^^

    BalasHapus
  19. Assalamualaikum, salam kenal juga mbak...
    blognya bagus mbak.... tulisannya apa lagi...
    aku juga suka hujan, gerimis, senja, rasanya mereka punya banyak cerita tentang rahasia kehidupan...
    kutunggu lanjutan critanya, mbak.... ^^

    BalasHapus
  20. @mimo...makasiiihhh....saia tunggu jg komen2 dan postingan barux ya....^^

    BalasHapus
  21. siapa gadis cilik itu...ayo ajakin masuk bloofer...hehehee....

    BalasHapus
  22. @mas nitnott...wakkakakk...masih cilik kan masih gaptek mas...^^

    BalasHapus
  23. sama, aku juga suka dengan hujan...
    salam kenal yah

    BalasHapus
  24. @rmah psahabatan..owh..iya kah?? seneng mndengarnya...salam knal jg,,,smoga psahabatan qt layakx hujan deras yg mngguyur bumi...^^

    BalasHapus
  25. Blognya bagus & ceritanya menarik mba.....
    Terkadang aku pun suka dengan hujan, tapi terkadang aku tak mau melihat hujan. Tergantung suasana hati....
    *geje mode: on. hahahahaha....

    Salam kenal mba... ^_^

    BalasHapus
  26. @mbak riksa....heheee...kadang q jg kok mbak...krn gag ada hati yg statis...hohhooo...^^

    BalasHapus
  27. sesuai janji, aku kesini pagi-pagi sekali.
    dan ternyata ada secangkir kopi. asik2, hehehe
    keren.
    can't wait for the second part!
    apa yang terjadi sama gadis kecil itu?

    BalasHapus
  28. @hans....hehee..mas hans..tenang..si gadis itu masih nangkring di jendela tuh...wkwkwk...^^

    BalasHapus
  29. rekaman itu masih terlihat jelas
    meski sejuta jam telah di lewatinya
    tentang hujan yang luruh
    tentang guntur yang gemuruh
    tentang musik bernuansa sendu
    semuanya membuatku rindu
    hujan adalah cinta dalam nestapa hidupku

    visit me back

    BalasHapus
  30. @aqxa...hmm,,nice poem,,,like this,,^^
    I'll visit u ,,,^^

    BalasHapus
  31. wah... ceritanya bagus....
    aku juga suka juga dengan harumnya...
    :D

    btw aku link ya mba blognya..
    linkback
    :D

    BalasHapus
  32. nie kopi susu dipojok kiri bawah gak abis2 ya...pengen diminum tapi kagak bisa2...ckckk...wkwkkk...

    BalasHapus
  33. @akane...siappp..laksanakaaann...^^
    @mas nitnott...hahaaa,,,itu minumnya butuh trik mas...tergantung amalnyaa,,,haahaa...^^

    BalasHapus
  34. hujan . . . . oh . . . . hujan
    hujan itu the bestlah

    BalasHapus
  35. @pencari jejak...of course,,,titik hujan yg jatuh ke bumi...sebanyak mimpi2 manusia yg penuh harapa...^^

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)