• Kisah Hujan

    Hati, tubuh, jiwa, bisa terganti. Namun tulisan-tulisan kita (kemarin) akan selalu abadi. Entah dimana, di negerinya sendiri.

  • Menerka Hujan

    Percayakah kamu kalau saat hujan turun doa kita lebih bisa terkabul? Jadi kenapa tidak mengubah rindu menjadi doa, lalu semoga semuanya baik saja :)

  • Firasat Hujan

    Di Kota Hujan, kadang karena terlalu dingin, jadi terasa perih.

  • Sajak Hujan

    Puisi-puisiku berlari dalam hujan menuju rindu paling deras; kamu.

  • Senandung Hujan

    Ada senandung Tuhan, dalam tiap tetes hujan. Hujan akan tetap menjadi hujan, nikmat Nya yang tak bisa di dustakan.

  • Kota Hujan

    Hujan tahu kapan harus membasahi kota ini. Hujan juga tahu kapan harus berhenti.

  • Hujan dan Kopi

    Karena aroma secangkir kopi juga sebuah cinta.

  • Dongeng Hujan

    Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.

Mencintai Dalam Diam

Jumat, 27 Mei 2011
          #Berpendar 1
Huufftt...kuhempaskan tubuh penatku di tepi kasur empuk kesayangan. Penat, lelah, padat, menghimpit...dan berjuta keletihan lain seraya menghampiri jiwa dan ragaku. Kuseka keringat dingin yang mengalir perlahan di balik jilbabku yang mulai terseok kesana-kemari. Rupanya aku benar-benar lelah kali ini. Masih segar dalam ingatan, betapa begitu cepat kuhabiskan waktu 24 jam yang telah disediakan oleh Allah secara gratis hari ini. Berawal dari jadwal ngampus yang cukup padat bagi mahasiswi ekstensi, jam ngajar yang bejibun, jadwal membimbing privat, kuliah malam berikut serangkaian oral test bahasa asing, belum rapat-rapat yang menaikkan adrenalin.
Pyuuhh,,semua itu terkadang membuatku ingin terkapar sesaat dan menghilang dari putaran waktu yang terus berlari cepat. Selalu ada saat-saat di mana tak ada ruang yang mampu mengalihkan penatku, juga ada waktu-waktu..di mana sayup-sayup melodi tak cukup untuk membangkitkan semangatku. I really feel tired and light without direction...
Maka di antara kepenatan itu lah kutemukan sebuah bayang. Berlari, melesat, memberi sedikit terpaan angin segar, dan menampar kepenatanku jauh ke dasar bumi. Ia ada di sana!! Ia masih di sana!! Membuatku menciptakan senyum kekaguman, membuatku menciptakan siluet-siluet harapan, dan membuatku ingin berteriak sesaat...bahwa ";Aku mencintainya!"

#Berpendar 2
Ada begitu banyak alasan yang terkadang membuat kita tak ingin jujur. Ada begitu banyak alasan yang sesaat membuat kita hanya fokus pada seseorang yang bersinar di balik jeruji kesadaran diri. Namun tak membutuhkan sedikit pun alasan untuk memahami penyebab sebuah cinta hadir. Dia datang begitu saja tanpa kuminta. Dia masuk tanpa permisi meski aku tak membentangkan hati. Dan dia melindas sisi-sisi keangkuhanku tanpa banyak kata. Menakjubkan!! Dia berhasil membuatku mencintainya dan mengaguminya dari berbagai arah tanpa sanggup kubaca jedanya. Hari yang kulalui masih tetap penat dan padat seperti biasa...namun aku tak mengerti mengapa ada segaris senyum untuk menghadapinya. Oh Tuhan, mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta??

#Berpendar 3
Bukan karena mencintai seseorang kita akan menderita. Namun, ketika kita mengartikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan..maka itu lah penderitaan yang tercipta.
Aku telah memutuskan untuk mencintainya. Aku pun telah memutuskan untuk mengagumi sosoknya. Perlu waktu yang cukup lama untukku belajar, bahwa cintaku juga harus bahagia. Maka aku akan menciptakan atmosfir kebahagiaan itu seorang diri, tanpa membutuhkan kehadiran orang yang kucintai...juga tanpa membutuhkan  balasan perasaan yang sama darinya. Karena aku pun telah memutuskan...untuk mencintainya dalam diam. Dan dalam diam itu akan kusampaikan secara perlahan =tiap-tiap gejolak yang kurasakan= melalui hempasan angin, kicauan beburung, canda ilalang, deburan ombak, butiran debu, laju awan, butiran hujan, sapaan senja, kerlingan ufuk, dan sentuhan embun [semua akan kukisahkan padanya lewat semesta dengan segala kepasrahan...].
#Cahaya dalam tiap-tiap #pendar# yang tercipta....
Aneh rasanya, ketika harus menulis untuk sesuatu yang tak pernah mampu kutuliskan, kulukiskan, juga kuteriakkan...
Namun catatan ini akan tetap kupersembahkan dalam diam...(seperti cintaku yang juga alpa akan suara..namun terus berpendar di tiap sudutnya)....teruntuk sahabat-sahabatku yang juga tengah meredam letupan cintanya..sekali lagi...dalam diam! Tuhan, pendarkanlah selalu cintaku ini...sesuai mau Mu...
Read More - Mencintai Dalam Diam