Siapakah Aku, Kalau Aku Sudah Mandiri?

Sabtu, 31 Juli 2010

Kita semua akan mencapai satu titik, saat kita ingin jadi seseorang yang berlainan dengan orang tua kita. Hal itu memang membingungkan. Hal itu membuat kita bebas. Hal itu menyakitkan. Mendebarkan. Menakutkan. Peristiwa itu disebut pemisahan diri dan pembentukan individu yang mandiri. Mandiri berarti menjadi diri sendiri.tanpa unsur tambahan--menjadi bentuk tersendiri. Ini nggak berarti kita harus berpisah jauh secara fisik. Maknanya lebih psikologis dan emosional. Mandiri berarti tahu garis batas diri kita dan orang lain; pikiran kita nggak terbaur dengan orang lain. Kita bukan hasil foto kopi. Kita adalah diri kita sendiri.
         Proses ini berlangsung paling intens di masa remaja. Beberapa perasaan yang muncul di sekitar tahap kehidupan ini adalah rasa takut, amarah, rasa gembira, kekacauan identitas, dan juga kebahagiaan. Kelompok kawan sebaya jadi sangat penting. Hubungan dengan teman bisa bermacam-macam bentuknya--dari yang menakjubkan sampai mengancam.
         Selama fase ini, ada anak-anak yang bisa tetap berkomunikasi secara akarab dan menyenangkan dengan orang tua mereka. Tapi ada juga hubungan orangtua-anak yang mengandung banyak konflik. Orangtua bisa merasa dicuekin kalau mereka nggak paham bahwa ini adalah fase yang alami dan penting. Orangtua nggak bisa mengerti kenapa sekarang anak-anak nggak mau bersama mereka terus, kenapa teman-teman menjadi sangat penting bagi remaja, dan kenapa remaja sangat menginginkan privasi. Ada juga orangtua yang bersikap terlalu "memasukkan ke dalam hati" kalau anak mereka menunjukkan keinginan untuk menjadi individu terpisah, sehingga lalu bertanya-tanya, apa salah mereka.
        Mereka nggak melakukan kesalahan apapun!! Semua ini adalah proses yang alami. Kalau kita ingin jadi mandiri diperlukan latihan. Inti masalahnya, bagi orangtua maupun remaja, adalah menemukan cara agar bisa terpisah tapi tetap saling terhubung. Kita semua memerlukan dukungan dari orang-orang yang kita cintai. Menjadi orang mandiri bukan berarti kehilangan orang-orang yang kita cintai. Ini hanya bagian dari proses pematangan diri serta tumbuh dewasa. Kita nggak bakal pernah berhenti membutuhkan hubuangan yang erat dan mendalam, serta dukungan dari keluarga dan teman.
        Dalam proses kamu menemukan dirimu sendiri, kamu mungkin akan mengalami kekecewaan. Kita pun jadi tahu, ternyata ortu kita bukanlah manusia sempurna seperti yang kita sangaka sebelumnya. Kita jadi tahu mereka ternyata juga hanya manusia biasa. awalnya kita memang perlu membiasakan diri dengan hal ini, tapi ini juga menimbulkan rasa lega karena artinya kita juga cuma tinggal menjadi manusia biasa.
        Meski di jalan menuju kemandirian bisa terdapat banyak duri dan batu sandungan, ini adalah proses yang alami dan normal. Belajar berdiri di atas kaki sendiri membantu kita tumbuh dewasa. Ini bukan berarti kita nggak boleh meminta bantuan atau bersandar pada orang lain. Ini hanya berarti bahwa kita mengatur hidup kita sendiri. Setelah mengenal suatu sisi dalam diri kita sendiri, kita bisa memilih karir yang sesuai dengan diri kita dan mengejarnya. Kita bisa mencari pasangan hidup yang sesuai. Dan kita akan memperoleh kekuatan, energi dan gairah untuk menjalani hidup. Mandiri bukan berarti sendiri. Kita semua perlu pergaulan, teman-teman adalah bagian terpenting dalam hidup. Kita semua memerlukan keluarga dalam berbagai bentuk. Mandiri berarti kamu belajar mendengarkan petunjuk dalam dirimu, belajar mengandalakan kemampuanmu, serta menemukan kekuatanmu. Hidup adalah sebuah petualangan dan diperlukan keberanian untuk benar-benar menjalaninya dengan baik.

2 komentar :

  1. templatenya keren bagaimana tuh bikinnya?

    BalasHapus
  2. hahaa..makasih ya mbak...tapi ini bukan karya saya...hahaa,,ini karya Mas Andy...
    hahahaha..beliau kan masternya... :P

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)