• Kisah Hujan

    Hati, tubuh, jiwa, bisa terganti. Namun tulisan-tulisan kita (kemarin) akan selalu abadi. Entah dimana, di negerinya sendiri.

  • Menerka Hujan

    Percayakah kamu kalau saat hujan turun doa kita lebih bisa terkabul? Jadi kenapa tidak mengubah rindu menjadi doa, lalu semoga semuanya baik saja :)

  • Firasat Hujan

    Di Kota Hujan, kadang karena terlalu dingin, jadi terasa perih.

  • Sajak Hujan

    Puisi-puisiku berlari dalam hujan menuju rindu paling deras; kamu.

  • Senandung Hujan

    Ada senandung Tuhan, dalam tiap tetes hujan. Hujan akan tetap menjadi hujan, nikmat Nya yang tak bisa di dustakan.

  • Kota Hujan

    Hujan tahu kapan harus membasahi kota ini. Hujan juga tahu kapan harus berhenti.

  • Hujan dan Kopi

    Karena aroma secangkir kopi juga sebuah cinta.

  • Dongeng Hujan

    Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.

Dan Pena Cinta Mulai Bergerak

Minggu, 28 Agustus 2011
Photobucket

“Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,
maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya,
pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:
selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.”
-M. Anis Matta-
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan. Ia adalah sebuah garis panjang tanpa simpulan, namun juga garis panjang dengan ribuan kelokan. Cinta itu hanyalah masalah waktu. Seperti ringannya lisan saat mengatakan, “Bahwa semua akan indah pada waktunya.” Padahal hati begitu bertalu pada tiap-tiap ketenangan, juga penantian akan cinta itu sendiri.

Tepat di sebuah hari yang memang telah ditentukan Tuhan, dia datang dalam hidupku. Untuk kesekian kalinya memang. Maka seharusnya aku tak lagi gamang untuk menyambutnya dan memberikan pelukan erat tanda kebahagiaan atas kehadirannya yang singkat. Namun aku sadar sepenuhnya, bahwa tak hanya aku dan hatiku yang akan memilikinya, juga mencintainya. Dia, mereka, dan seluruh makhluk bumi pun ikut merayakan cinta atas kehadirannya. Membuatku sedikit berpeluh dan bertaruh untuk memenangkan hatinya.

Ketika engkau tersesat dalam hujan, maka biarlah cintaNya yang menjadi naunganmu. Ketika engkau tersesat dalam gelap, maka biarlah cintaNya menjadi cahaya penuntunmu. Bahkan ketika engkau tidak dapat melihat maka biarlah cintaNya yang akan menjadi pandanganmu. Mungkin itulah yang kurasakan saat harus menghadapi pertarungan tanpa senjata dalam hari-hari yang penuh dan utuh dengan kehadirannya. Sebuah pertarungan untuk memenangkan hati yang begitu melelahkan sekaligus menyenangkan.

Namun sekali lagi kukatakan, bahwa akan ada batas untuk tiap-tiap kehadiran. Maka begitu pun dengan langkahnya yang perlahan menjauh pergi. Pias, menatap sayap malaikat yang mengingatkan bahwa waktu telah usai. Tak hanya aku...bahkan dia, mereka, dan semua makhluk bumi pun ikut pucat dalam kekalutan panjang akan kepergiannya. Seorang kawanku berkata, semoga kita tak terlambat ! Namun sungguh, aku tak pernah yakin...bahwa aku telah benar-benar memenangkan hatinya....



Kehadirannya adalah bagian dari inspirasi, darinya kita tahu diri kita, darinya kita tahu makna penghambaan, darinya kita tahu bahwa dunia ini hanya sementara, darinya kita paham bahwa setiap diri saling mengisi dengan diri yang lain, tidak terpecah, dan tidak hidup dalam egoisme… Semoga Ramadhan ini, bukanlah ramadhan terakhir yang kita miliki untuk terus memenangkan hatinya. Mohon maaf lahir dan batin ya kawan, maafkan saya dalam banyak waktu, usap air matamu atas kepergiannya..dan teruslah lakukan yang terbaik untuk harimu...^_^
Read More - Dan Pena Cinta Mulai Bergerak