Solitude Hujan dan Bintang

Senin, 12 September 2011


Aku sedang ingin menulis. Aku ingin menulis tentang kehidupan pribadiku. Entah apa yang akan kalian rasakan setelah membaca kisahku ini. Tapi aku berharap...kalian iri padaku ya...hahahaha...#stres
“Tahun pun turun membuka sayapnya,
ke luas jauh benua-benua
Laut membias : warna biru langit tua
Zaman menderas : manusia tetap setia.”
Pernahkah kau lihat bagaimana mentari berbicara tentang lelah pada sinarnya? Pernahkah kau lihat, bagaimana deburan ombak meneriakkan keluh..menghembuskan kesah pada tiap-tiap tepian pantai yang pernah ia jumpa? Atau,,,pernahkah kau dengar bisikan perlahan dari gumpalan awan hitam, untuk rinai hujan yang selalu membuatnya tertahan? Aku tersentak dalam diam...bergeming..dan mengaitkan jemari pada kekalutan panjang.
Mars  :  Kenapa kau meminangku, mau menikahiku, dan menjadikanku sebagai bagian dari hidupmu?? 
Venus : Sebab tanpamu, takkan pernah ada pernikahan bagiku...
                                            .......(hening)........
Bangku panjang yang kududuki terasa begitu dingin. Desiran angin membuatku mengatupkan rahang lebih erat. Kucoba memberikan aliran hangat pada ujung jemari yang terasa membeku, juga sebuah energi baru pada dinding-dinding syal yang mulai rapuh dan mengembun demi menahan serpihan gunung es yang berdiri tegak tak jauh dari tempatku termangu. Perlu sejuta ketegaran untuk membuatku tetap bertahan dan berpijak pada ruang yang tak terhempas.

Mataku beralih pada sebuah sudut temaram, di mana siluet dua sosok usia senja tampak berpadu pada waktu yang telah berpaling dan membiarkan mereka kusam dalam putaran zaman. Seolah tak peduli pada gilasan masa, mereka saling melindungi dari dingin dan berbagi kehangatan. Entah sudah berapa generasi telah mereka lewati dengan mengabaikan kesedihan dan menyuarakan tawa berdua saja. Aku beringsut dari tempatku beradu dengan nurani. Menjauh perlahan. Namun aku tahu pasti, bahwa harapanku masih tergantung di sana.

Seperti seseorang di titian masa yang tengah kehilangan arah, aku kembali menelusuri jalan itu dengan perasaan tak menentu. Jalan ‘mengejar matahari’, begitu katamu dulu. Dengan sebuah kertas yang kau lambaikan perlahan di hadapanku, kau mencoba menguraikan tentang arti kesetiaan dengan senyum yang tak kunjung hilang dari wajahmu. Katamu, persahabatan adalah sebuah ikatan untuk kesetiaan cinta yang tak mungkin usai. Benarkah? Ahh...aku sampai lelah berpikir...mengapa dulu aku begitu mempercaimu, bahkan hingga sekarang...aku tak berhenti untuk terus mengagumimu.

Masih kuingat bagaimana senja itu kau berlari menghampiriku di bawah sengatan mentari yang mulai redup menyilaukan. Hanya demi sebuah pena dan sebuah kertas lusuh yang ingin kau tunjukkan, peluh harus membanjiri kemeja kebanggaanmu dan nafas tersengal kepayahan akibat berlari membuatku tertegun dalam diam.
“Untuk apa?” Kataku acuh meski mataku hampir meloncat ingin tahu. 
“Untuk menuliskan semua mimpi-mimpimu.” Katamu dengan mata berbinar-binar (satu hal yang selalu aku suka darimu sejak dulu).
“Hanya itu?” Ucapku tak percaya.
 “Aku bahkan mempunyai puluhan buku berisi cita dan mimpiku.” Sahutku enggan.
“Ayolah...tuliskan saja 5 mimpimu tentangku, tentangmu, dan tentang kita.” Enggan...kuayunkan penaku di atas kertas lusuh menyebalkan senja itu.
“Sudah?”
“Ya...”
“Sekarang lihat aku.”Perlahan tapi pasti...ia menghapus seluruh tulisanku senja itu. Menjadikan kertas lusuh itu makin lusuh, dengan bekas goretan pena di sana-sini. Aku kesal. Tapi kau bilang,
“Begitulah kehidupan, Tuhan telah memberikanmu pena untuk menulis semua kisah, cita, juga kesetiaan yang kita inginkan. Tapi kau tau...Tuhan juga telah menyimpan penghapus untuk setiap goresan penamu.”
Huufftt...percakapan itu sudah lama sekali ya, kawan. Aku bahkan mulai lupa bagaimana binar-binar itu kemudian menjadi sebuah kejora yang membuatku makin mengagumimu. Tanpa kusadari, perlahan senyumku mengembang pada tiap kenangan dan jejak yang pernah menjadi hari tak terlupakan bagi seorang gadis sepertiku.

Pluk! Sebuah jaket hangat berwarna violet tiba-tiba menghampiri tubuhku yang mulai gemetar kedinginan oleh fajar yang menggigit.
“Masuklah sayang..sepertinya salju akan segera turun di kota ini.” Ucapmu sambil tersenyum hangat. Ahh..sebuah senyuman yang pernah kutunggu selama hampir 3 tahun itu kini menjelma nyata di hadapanku.
“Apakah kau tengah menyesali karena telah menjaga kesetiaan sebuah bintang untuk turunnya hujan?” 
Aku hanya terdiam dan berkata dalam hati, “Kau tau...semenjak mengenalmu..aku bahkan mulai lupa, bahwa pada hakikatnya hujan dan bintang saling meniadai.”
Lalu kami pun beranjak perlahan meninggalkan jejak-jejak yang tak terkikis pada sebuah fajar yang masih temaram.


Sebuah apartemen, dengan hamparan tulip dan salju...

Amsterdam, 14 September 2012

Bagaimana? Kalian sudah iri belum...dengan keromantisan saya dan belahan jiwa saya di ujung sana? #siapa coba?? Halah...hahahaha...mengkhayal banget deehh...


Hohohooo....maaf...cerita yang baru saja anda baca ini hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesalahan dalam penulisan, mohon dimaafkan...karena penulis belum pernah menginjakkan kakinya di kota bersalju, namun berharap akan mampu mewujudkannya. Amin.. Oiya, kisah ini saya persembahkan spesial untuk sahabat-sahabat saya di dunia maya ; Phipi, Putri, dan Zii...semoga penantian kalian segera berakhir ya....hahahaha.... Karena akan selalu ada simpul yang indah untuk setiap kesabaran dalam sebuah keimanan.... Juga untuk mimpi-mimpi saya yang tak lagi sabar menyentuh butiran salju dan menyimpan keceriaan warna tulip dalam kornea mata saya...(˘ʃƪ˘) 

74 komentar :

  1. nick baru ngeluarin new entry :)

    BalasHapus
  2. owh untuk pipi juga,,,,coba nanya pipi aaah...wkwkk....aduh2 nie tulisannya udah mirip2 ama si black box...wkwkk...lanjutkan adikku...

    BalasHapus
  3. Wah kecewa..#becanda
    kirain serius mbak.ternyata hanya fiktif belaka.
    tapi kata-katanya itu loh..
    menghipnotis :)
    Calon penulis atau udah nerbitin novel dan sy blm tahu yah mbak nick ? #hihi

    BalasHapus
  4. O, tidak aku tertipuuuu. Udah serius mata ampe melotot, eh d goyahkan sama penulisan tanggal 14 September 2014. Haha. Sebanyak apapun kita menulis cita dan impian kita tentu Allah yang Maha tahu yang terbaik untuk kita. Kisah fiktifmu menyadarkan saya Nick, betapa tergila-gilanya aku sama "dia" yang setia dengan pesona hitam kuningnya tapi itulah "dia" adalah milikNya.. Entah kapan "dia" bersamaku. Ku harap segera bersamanya, setia! #eh ikutan menghayal. Gakgakgak. Nice post Nick.

    BalasHapus
  5. Bolehkah saya berharap menjadi pemberi jaket violet itu??

    BalasHapus
  6. Satu lagi, semoga cita-citamu bertemu salju dan tulip segera terkabul yah. Doain aku juga Nick, keliling dunia bareng si "dia". Haha...

    Ralat bukan 2014 tapi 2012 :P

    BalasHapus
  7. love this quote so much..!! ^^ :
    "Begitulah kehidupan, Tuhan telah memberikanmu pena untuk menulis semua kisah, cita, juga kesetiaan yang kita inginkan. Tapi kau tau...Tuhan juga telah menyimpan penghapus untuk setiap goresan penamu."

    BalasHapus
  8. Wuuuiihh... serasa kebawa kedalam cerita. Brrrr, dingin saljunya,hehehe
    Amsterdam I'm coming! hahaha..

    BalasHapus
  9. subhanallah mbak.. kata-katanya bagus.. sambil baca sambil dngerin lagunya..sampai sy terbawa ke alam imajinasiq sendiri.. hahay~.. tp pas bilang crita ini fiktif belaka.. byanagn imajinasi itu buyar seketika.. hha.. :D
    nice words.. :))

    BalasHapus
  10. pangeran jaket violet ...??? Ow Ow Siapa Dia.. ...
    tapi di Amsterdam sih banyak pangeran berjubah Orange ... ngganyambung.com laarriiii seblom dilempar sendal...

    BalasHapus
  11. k[A]z :
    Hahahaa...iyaaa..ini khayalan tingkat dewa mas...wkwkwk..makasih kunjungannya yaaa...ƪ(˘⌣˘)ʃ

    BalasHapus
  12. Mas Nit :
    Hahahaa...masak sih mas?? iya kah? waahhh...ga mungkin...si blackbox mah udah master of theater...aku ndak seujung kuku dia tuh...hahaa
    terimakasih mas jeniper...hahaha ƪ(•. --͡)ʃ

    BalasHapus
  13. Uchank :
    Hohohoo...kan aku dah bilang kalo aku lagi nglindurr uchank...wkwkwkwk
    itu mimpi pangeran kodok aku...hahahaha
    weeeww...aku kan murid menulismu..lupa yaa...:P

    BalasHapus
  14. Selamat Mbak Nickkkk, saya iriiiiiiiiiiiii ^^ *iri yang bahagia**

    romantis sekali. Seperti kisah nyata, hihihi

    BalasHapus
  15. hohohohoho...ampe melongo
    terkesima,....

    good....good...good...
    two thumbs up for Nick Salsabiila.

    BalasHapus
  16. Mas Qefy :
    "Cup...cup..anak manis...jangan nangis...bentar lagi saya terbang ke kuningan naik botol jenipper kok,,," Ucap sang kekasih(hitam kuning).

    Hahaha...iya Mas..kita cuma bisa menggoreskan ribuan mimpi, sementara Tuhan yg menentukan utk menghapus atau meneruskannya. Salam buat si dia dari taman tulip Belanda yaa...#lambaikan tangan ke arah Ciremai...
    \(•^▿^•)/

    BalasHapus
  17. Mas Farid :
    Ga' usah gitu deh Mas...sengaja bikin saya ge'er yaa...huuu...┒(-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩)┎

    BalasHapus
  18. Mas Qefy (lagi) :
    Amiiinnn...amiiinnn..tar ketemuan di taman tulip yaaa...trus main bola salju bareng tante olympus dan paman nikon....hahahahaha...#makin nglindur kalo dah ngomong sama makhluk ciremai nih...hahaha :P

    BalasHapus
  19. Nadia :
    Yup..terimakasih mb...saya juga pingin bgt bisa menyelami quote tsb...semoga kita tak hanya bermimpi ya mbak..tapi juga memaknai hakikat diri...^^

    BalasHapus
  20. Mas Yudhi :
    Dasar si Tae Pong iniii...pake acting kedinginan giituuu dweeechh...wkwkwkwk...
    #lempar bola salju :P

    BalasHapus
  21. Angga :
    hahahaha....kamu kok malah ikut saya..kebawa nglindur? wkwkwkk
    tapi terimakasih mas angga...mari kita goreskan tiap mimpi2 kita..perlahan..namun tiada henti...hingga Tuhan memastikan..bahwa kita memang telah siap..!!! ^__^

    BalasHapus
  22. Anonim :
    Hahahahaa....aku punya firasatt...ini oma esti deehh....wkwwkwk
    salaaahh yg berjaket orange ituu tukang parkir indonesia....(pak pos jangan kesinggung yaaa...hahaha)
    pangeran berjaket violet mah simbah maridajan paporitku oma...hahahaha

    BalasHapus
  23. Anis Reswara :
    haahaha...horeee...ini yg aku tunggu2...akhirnya ada yg ngiri jugaaa...wkwkwkwkwkwk
    hayuuukkk...mari mencari belahan jiwa seperti milikku...#padahal akunya jg belum dapat...ngek..ngok...hahahahahaa

    BalasHapus
  24. Insan Robbani :
    hahaha....kenapa harus melongo mas?? wadduuuuhh...kalo sampai nglindur juga saya ga mau ikut tanggung jawab pokoknya yaaa....*kabuuuurrr

    BalasHapus
  25. nice story nick..walaupun sekarng cuma hayalan, oneday mg jadi kenyataan.....

    BalasHapus
  26. hiks.. jadi terharu dispesialin tp kaya'nya bukan penantian kami aja de, tujuan pertamanya kan tuk dirimu sendiri ya :D

    makin keren aja nii rangkaian katanya.
    amiin ya Rabb untuk semua doa ditulisan nick ini ^^

    BalasHapus
  27. ada yg kurang komen zii kaya'nya tp ga tau apa..
    dasar rese jg nii unick *lempar bumerang :D

    BalasHapus
  28. Ah di tambah-tambahin pula. Bikin aku merana. gakgakgak....

    BalasHapus
  29. keren.. keren.. keren..
    meskipun fiktif, insya Allah semoga nanti bisa terwujud ya mbak nick.
    dan, taukah mbak? saya pun pernah menata kisah ini di dalam otak saya.
    waktu baca kata sayang kok rasanya gimanaaaa gituuuu.. hehe.. kata-katanya benar2 hidup.

    BalasHapus
  30. haduuh yang udah punya SLR, tambah rajin ni foto2 nya :D, tapi yang paling suka kalau mampir kesini adalah mendengar musiknya dan tulisannya semakin mirip dengan blackbox penuh arti tanpa bs dimengerti orang awam seperti ku waakaka, semangat hahaha

    BalasHapus
  31. ckckckkckc.... sulaman katanya semakin halus sahajaaa membuat para pembaca sesaat menjadi 'siluman' mimpi, tapi epilog nya itu... yang semakin memaksaku untuk teriak, "Aku Iriiiiiiiii!!!!!!!!"

    BalasHapus
  32. Oh god.... Cerita Mbak Nick mengingatkanku masa - masa di Rotterdam dan Amsterdam... aku kangen seseorang disana yg selalu setia menunutunku, menemukan arah dan jalan pulang, Entah bagaimana kabarnya sekarang,,,,lama tak pernah ada kabar darinya....:'(

    BalasHapus
  33. semoga cepet ketemu salju ya mba.. hehehe

    ajak2 lah.. :P
    tulisanmu mengalihkan dunia ku -___-

    BalasHapus
  34. Mbak Tia :
    Waaa..waaaa...amiinnn...amiiinnn...hahahhaa..#napsu banget aminnya yaak...wkwkwkk
    Semoga mbak tia juga menemukannya segeraa....amiinnn...^__^

    BalasHapus
  35. Zii :
    hahahaha....kali ini kau kuspesialin zii...soalnya aku tergoda untuk mengganggumu balik...hahaha #balas dendam ceritanya..
    amiiinnn..buat seluruh doamu untuk ku dan kita semua...^__^

    BalasHapus
  36. Zii : (lagi)
    hahahahaha....ga nyampeeee'....bumerangnya malah kena mas2 berjaket violet tuuuhh....hahahahaa
    #ngakak guling2...

    BalasHapus
  37. Mas Qefy : (lagi2...hahahaa)
    Hahahaha....kenapa harus merana Mas...tuh..liat ke langit deh..\si hitam kuning sedang melambaikan tangan dg mesra..ga sabar ingin segera didekap dari ciremai...haahaha #ngakak guling2

    BalasHapus
  38. Mbak IDS (Irma) :
    Tau ga mb...tiap baca nama mb..aku selalu keinget sama si IDP...hahahaha....

    Amiiinn...amiiinn.....wuaaa..pernah nglindurin hal yg sama yah? ayooo...ditulisss...aku mau baca...hahahahaha...^_^

    BalasHapus
  39. Mas Aul :
    Ngek...ngok.....hahahaha...Mas Aul nyindir yaaa....aku kan belum ahli makenya...-___-
    malahan cuma aku buat bantal aja...hahahaha
    Masa sih mirip si blackbox? ini kali kedua ada yg bilang gt...jd terhanyut...hahahaha...
    jiaaahhh...sok awam gitu deehh...pdhal motivator...(red.penulis pemimpin pemalu...wkwkwkwkk

    BalasHapus
  40. Mas Sam :
    Horeee...horeee....#jingkrak-jingkrak
    Akhirnya ada lagi yg ngiriiiii...huehehehe...
    itu yg kubutuhkaaann....wkwkwkwk...
    romantis yaaa...aku dengan si mas2 ituu...hahahahahaha....#ngakak guling2....
    ntah apa besok jodohku sempat baca tulisan nakal ini atau ndak...hahahahahaha.....#blush

    BalasHapus
  41. Mbak Lathifah :
    Huaaaaaaa...komenmu asliii...bikin saya ngiriiiiii......
    Hiks...semua yg aku tulis pasti dah tergambar nyata di benakmu ya mbaaakkk...huaaa..huaaaa....aku malah ngiri jadinyaaa...hiks
    Semoga seseorg itu kembali hadir utk menghapus air matamu dan siap menuntun langkahmu kembali ya mbak...^__^

    BalasHapus
  42. Saiaenno :
    Amiiinn...aminn...
    tar kalo mimpi gilaku itu jd nyata...kamu kebagian deh mbak....kebagian ceritanya aja maksudnyaa...hahahahaha...#ketawasongong....
    Keep writing mbak...^__^

    BalasHapus
  43. aduh, aku udah baca baik-baik.. ternyata belum terjadi.. -_-
    mbaaak niick keeeeerrrreeeeen banget tulisannya.. kalo nulis buku bilang ya mbak nick.. *bukan mau beli, siapa tau temenku ada yg berminat beli, aku pinjem aja.. :P

    BalasHapus
  44. Alkhansa :
    hahahaha...terimakasih yaaa...
    siapa yg mau nerbitin cobaaa??hahahhahaa....:P

    BalasHapus
  45. Mas Fahri :
    Waaa...mas fahrie...ke mana ajaaa....kita pada kangen lhoo..kabar baik mas..mas sndri gmn?

    BalasHapus
  46. seperti biasa..saya kalo kesini pasti terhipnotis, terlena dan tenggelam dalam sihir kata demi kata...

    ayo deh cepetan cerpen or novelnya dikelarin..udah ada sponsor ? #gayane..wakakakkk

    BalasHapus
  47. Mas Todi :
    wahahahahaha...lebay deh Om...wkwkwkwk
    siniii...sponsorin akuuuhhhh....beranii??hahahaha :P

    BalasHapus
  48. nick jeleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeek wkwkwkwkwkwk.. amin dan alhamdulillah ya.. :D

    BalasHapus
  49. saya jadi membatin sendiri kalau baca tulisan2 ini blog malaupuan baru2 aja liat ==a

    salam kenal dari blogger gal*u

    BalasHapus
  50. Mas Andy :
    hahahahahaa....ngebalas diaaaa....wkwkwkwkwk
    mana lanjutan kisahmuu?? penasaran tauuuu''.....
    -____-

    BalasHapus
  51. Mas Adittya :
    hahahaha ngebatin apa mas?? "wah...aku jd pingin hujan2an..."
    gitu ya? hahahah :P

    BalasHapus
  52. entah kenapa juga jadi pengen ke Amsterdam *eh

    BalasHapus
  53. Ervina :
    hahahaha..hayuukk...bareng yaaa... :P

    BalasHapus
  54. ngikngokk, fiktif
    saya pikir asli!!!!
    ezzz, mupeng hahaa

    BalasHapus
  55. saya iri berat, selalu terkonsep kuat tulisan mbak

    BalasHapus
  56. Uniiiiikkkkk… Trimakasih cintaaa,,, semua orang berharap kisah mu itu nyata, tapi ternyata hanya fiktif belaka, hehe… kau ini sudah seperti penulis hebat saja, semua kata kau rangkai dengan sangat indah.
    Kelak harus kau nyatakan kisahmu itu ^_*.
    Semoga semua goresanmu itu dihapus setelah kau merasakan tiap-tiap kata yang dirangkai oleh penamu, agar bisa dituliskan kembali pengharapan-pengharapan indahmu yang baru pada Rabb mu.
    Kado spesialmu ini sangat indah, sekali lagi trimakasih cinta… Aku mengharapkan sebuah pertemuan indah bersamamu di dunia dan di akhirat. Aku pun berharap semoga penantianmu segera berakhir, berakhir dengan indah, supaya bisa segera merasakan butiran-butiran salju dan menyimpan keceriaan warna tulip di dalam kornea matamu dan menjadi lembaran-lembaran kisah yang indah dalam hidupmu…UHIBBUKIFILLAH CINTAKUUUUUUUU…^_*
    MAAF YA CINTA…BARU KUKOMEN SEKARANG, HEHE…

    BalasHapus
  57. waaaah, tulisannya bagusss, jalan ceritanya macam bnr2 begitu, ternyata fiktif yaaa..

    salam kenal dari Aceh :)

    BalasHapus
  58. EnnyLaw :
    Hahahaaha...this just only hope loh mb...wkwkwkwk...:P

    BalasHapus
  59. Fadhli :
    Heuheuu....ahh..kamu ini Fadh...yakin deh..saya paling ge'er kalo yg dah muji ttg tulisan itu kamu....^_^

    BalasHapus
  60. Putri :
    huhuuu...cintaaaa...telat bgt sih komennya....keburu tua akunyaa...wkwkwkwkwk
    but nice having u here say....kapan2 ketemuan di belanda yuuukk...nungguin hujan salju...hahahaa...:D

    BalasHapus
  61. Nelva :
    hehee...maap sudah menipu yaa..kisahnyaa...wkwkwkw
    salam kenal jugaaa...^__^

    BalasHapus
  62. haha.....kan yg penting aku hadir dengan komenku yg paling kau inginkan,,,*_^. ke belanda.....tunggu aku kaya ya, hahaha...kita jalan-jalan dan menikmati hujan salju disana, mau bareng sama pangerannya gak sekalian????????????????

    BalasHapus
  63. Putri :
    wkwkwkwk...aku mah udah tinggal di sana...(pura2nya)...
    tar nginep di apartemenku ya...hahahaha :P

    BalasHapus
  64. nginep di apartemenmu...emang udah punya??? gaya uey, tinggalnya aja baru pura-[ura, jangan-jangan apartemennya juga masih pura-pura...hahaha............

    BalasHapus
  65. Putri :
    Kok tau sih put,,,hahhhaha
    kacauuu,,,,,:P

    BalasHapus
  66. sy suka sekali baca tulisan2x kk nick..
    kk nick suka fotografi juga yach..

    BalasHapus
  67. Muahaimin :
    Hahaha...makasih yaa..
    iyaa...aku suka fotografi...tapi sayang...aku belum dan ga ahli...wkkwkw
    ajarin saya yaaa...^_^

    BalasHapus
  68. bagus tulisannya kak.. ^^
    salam kenal.. :)

    BalasHapus
  69. indahee
    yup...sama2...makasih ya mb,,,,^__^

    BalasHapus
  70. baguuuuuuus (>.<) romantis bangeeet. suka banget yang 'bintang-hujan'nya hahahaha.

    BalasHapus
  71. Mbak Suci
    Hahaha....makasih mbak...^_^

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)