S P E K T R U M (I wanna play with shadows)

Sabtu, 10 Desember 2011
Pada lautan air mata kita belajar,
untuk kepedihan yang mendidik kita agar tak gentar.........
Bertahan menjadi akar, dan bersemi pada keteguhan yang mekar.
Begitulah sejarah menuntut kita untuk melangkah kembali,
meniti tangga hari, berdiri, dan bangkit untuk kemudian berlari...

Kau tahu jiwa tentang yang bernyanyi? Ia selalu bermesraan di sepertiga malam. Ia terkadang berbisik. Terkadang merintih. Terkadang merangkai kata. Hanya untuk memenuhi hasrat cintanya. Pada apa yang digariskan Tuhannya. 
Kau tahu tentang jiwa yang menari? Ia selalu terdiam pada siang yang terik. Mengusap peluh perlahan, dan berjanji untuk mimpi yang terbaik. Hanya untuk menyeka air mata saudaranya yang tercabik, atau sekedar memenuhi hasrat rindunya. Pada apa yang diisyaratkan Tuhannya.

#Menulis tentang Dinda...

          Gadis manis dengan dua lesung pipit bersemi di pipi kanan dan kirinya. Tubuhnya kurus, matanya bersinar jeli, dan suaranya melengking tinggi di antara kawan-kawanya. Seolah tak pernah ada kesedihan yang tersirat di wajah mentarinya. Gadis yang ramah di mataku. Selalu ada sapaan hangat yang keluar dari mulutnya di saat kita bertemu. Masih kuingat, bagaimana wajahnya berbinar penuh harapan ketika dengan malu-malu ia meminta ijin untuk mengikuti kelasku. Masih teraba dengan jelas, bagaimana usahanya untuk membuatku tampak senang karena ia senantiasa mengikuti instruksiku dengan baik. Pun masih terekam dalam ingatan, betapa aku tampak sangat terkejut melihat kehadirannya diacuhkan oleh kawan sepermainannya.
          Malam itu ia menangis sesenggukan di hadapanku. Jilbab putihnya basah oleh air mata yang tampak begitu memerihkan. Tubuh mungilnya terguncang hebat. Wajahnya tampak acak-acakan dengan anak rambut yang berlarian keluar dari balik kerudungnya. Ahh..andai kau tau, Dinda. Aku sungguh tak pernah ingin mendengar tangis itu di balik keceriaanmu. Andai mampu kuputar waktu sesuai mauku, tentu takkan pernah kubiarkan kau menangis sendirian di atas kasurmu karena nilaimu yang merosot tajam di sekolah. Andai aku mampu menggandakan diriku satu setengah tahun yang lalu, dan berada di sini sebagai konselingmu....tentu takkan pernah kubiarkan mereka menyakitimu, menuduhmu, dan melukaimu sedalam itu. Bahkan andai sekarang aku menjadi jenius dan mampu menciptakan ruang waktu, tentu akan kuhapuskan memori tentang sayatan yang kini telah berkarat di hatimu.
“Aku memang udah ga punya orang tua, Ustadzah. Tapi aku masih ingat, ketika aku kecil...Ibu selalu mengajarkanku kejujuran dalam segala hal. Jadi ga mungkin aku yang mencuri uang teman-teman.” Katamu payah, dalam sesenggukan yang tak kunjung reda.
“Dinda, coba dengar saya. Kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan. Selama mentari masih bersinar, dan bumi masih berputar..tentu akan ada harapan bagi setiap perubahan. Ketika kamu merasa seluruh dunia menentangmu dan memandangmu sebelah mata, maka buktikan..bahwa kau layak dipandang dengan kedua belah mata mereka.” Kataku perlahan, kalut.
“Lalu siapa yang akan mempercayaiku? Ketika semua orang telah memikirkan hal yang sama dan menghakimiku dengan pikiran mereka masing-masing?” Keraguan  terucap jelas dari mulutmu.
“Saya. Jika di antara sekian ratus kawanmu, hanya saya yang akan mempercayaimu dengan hati dan bukan karena saya konselingmu..maka apakah kamu akan mengecewakan saya kelak?”
Hening...dan isak tangis itu perlahan menghilang. Kepercayaan adalah sesuatu yang dilahirkan, dan bukan dibuat berdasarkan kebutuhan.

#Melukis tentang Atra...

          Pandangan matanya lurus menatap langit-langit kelas, dinding-dinding ruang, dan sudut-sudut kertas yang berserakan. Ada sebuah kepolosan di sana. Aku tak pernah benar-benar mengerti. Ada sepercik harapan di sana. Pun aku masih tak mengerti. Digumamkannya huruf-huruf yang bertebaran pada lembaran buku di hadapannya. Sama sepertinya yang tampak bimbang, aku pun tengah kalut dan bertahan dengan kecamuk pikiranku. Huruf itu makin tak beraturan dibuatnya. Terlipat-lipat. Terbolak-balik. Tercabik-cabik. Dan akhirnya terbaca dengan liar.
          Diseleksia. Retardasi mental. Adakah kata lain yang lebih nyaman untuk membahasakan kisah ini bagi seorang Atra? Tentang Atra dan dunianya. Mungkin aku hanyalah bagian terkecil dari kebahagiaannya. Bahkan mungkin ia sangat membenci huruf-huruf yang kerap kali kusodorkan, begitu pula dengan kehadiranku pada tiap imaginya. Setidaknya itulah yang selalu kupikirkan tiap kali bertatapan dengan bening telaga di wajahnya. Hingga suatu hari, sebuah pelukan hangat mencoba membahasakan kerinduan. Tubuh mungilnya hinggap dan menguatkanku. Membuatku kembali yakin, bahwa aku akan mampu merubahnya menjadi "seseorang" di masa yang akan datang dengan segala keunikan yang ia punya.

#Merangkai tentang kita 

          Cukup. Aku sedang tidak ingin membicarakan tentang siapapun dan apapun. Aku hanya ingin kembali menulis. Itu saja. Ketika hujan ini datang, aku hanya ingin menghadirkan distorsi yang mmbentuk bahasa manis dalam aksara kata. Mulanya aku mencoba menulis tentangmu. Menjadikanmu sebagai poros ide pada setiap bait yang kurangkai. Namun rumit. Sulit. Menghimpit. Meski pada kenyataannya kau pernah mengijinkanku menulis untukmu, tapi tetap saja aku tak mampu. Mungkin itulah sekian dari ketidak sempurnanaanku dalam dimensi kita. Terkadang, itu pula yang membuatku ingin berkata pada Tuhan untuk menghapus sedikit saja jarak yang tergores. Atau setidaknya, memberiku kekuatan penuh untuk tetap berlari pada masa depan yang sama denganmu. Karena sejujurnya aku enggan menjadi utara dan membiarkanmu menjadi selatan. Lalu kita sama-sama kebingungan, menentukan arah dan titik untuk bertemu.

          Menurutmu aku sedang menulis apa? Menulis tentang hidupku yang berupa hamparan kertas, atau menulis tentang kamu yang menjadi gunting dalam tiap gulunganku? Jujur saja, terkadang aku ingin menjadi bagian dalam salah satu kisah rekaanmu. Karena kurasa, hidup ini sudah terlanjur rumit. Dan aku bosan menjadi satu bagian saja dalam hari-harimu. Mungkin hanya siang, tapi tidak menjadi malam. Atau mungkin hanya malam, dan tidak menjadi siang.


Photobucket
         
         :: Aku memandang senja dari balik jendela kamar. Langit berwarna keemasan, bersenyawa dengan ratusan warna yang membias muncrat memenuhi mega. Senja kali ini muram,seperti kemarin dan kemarinnya lagi. Aku tidak galau. Tidak juga rindu. Terlebih lagi gerimis. Entah kenapa akhir-akhir ini aku hanya ingin menulis tentang banyak hal yang berbeda, berserak, untuk kemudian menyatukannya meski aku sendiri tak mengerti. Rasanya melayang. Seperti kupu-kupu bersayap elok yang terbang melintasi beranda, ranting pepohonan, bubungan rumah, hingga menuju angkasa. Bebas. Tanpa sedikitpun cemas. Seperti gerimis yang mampu membawa pelangi di senja hari, aku ingin sekuat itu.
          Hidup ini mungkin seperti lembaran novel. Ada bagian yang ingin kucatat ulang untuk kemudian kuhapalkan baris demi barisnya. Adapula bagian yang tak ingin kusentuh sama sekali. Tiap-tiap bagian adalah sebuah karya. Tentunya bukan mahakarya yang tak pernah ingin kau selesaikan bukan? Aku ingin mengukir jalanku. Ada banyak hal yang menunggu untuk kau renungi, kau hadapi, juga kau raba kembali. Membaca ulang tentang Dinda, Atra, ataupun sang inspirator yang takkan pernah kutemui lagi di kemudian hari. Begitu pula dengan kisahmu hari ini. Hargailah sang waktu, dan cintailah apa yang ada di hadapanmu meski kau tak ingin. ::
“Karena kamu suka hujan, menjadilah seperti ia.” Katamu.


Pernahkah kau menulis tanpa rasa? Maka beginilah (mungkin) yang saya maksud...hambar..tanpa saya pun mengerti apa yang saya tulis.. -____- *penat*

76 komentar :

  1. Karena kamu suka hujan, menjadilah seperti ia..

    Terimakasih, karena selalu mengerti.

    BalasHapus
  2. apa yaa maksudnya? tak tahu rasa yang hadir ketika menuliskannya. tapi kucoba menebaknya.. tentang kepercayaan, tentang mengubah sesuatu, terkadang memang meyakinkannya dan melakukannya sungguh rumit, dan kerumitan itu tidak harus membuat kita ciut untuk mewujudkannya bukan? Bukankah hujan datang untuk mengusir mendung dengan awan kelabunya dan kemudian menghadirkan surya bersinar kembali di tengah cerahnya langit?

    #tentang Atra, sepertinya kisahnya mirip sama yang di film India Taare Zameen Par, bener ga?? :D

    BalasHapus
  3. Sendiri itu memang menyakitkan nick, terlebih lagi kita tidak mengetahui kemana kita mengadu dan mengeluarkan isi hati kita, mungkin saat ini dirimulah yang dipercaya oleh adik-adik dan juga para anak didikmu berilah mereka pengarahan dan perlindungan meski fisikmu perempuan tapi perkataanmu lebih tajam dari sebuah pedang yang bisa membangkitkan mereka untuk lebih semangat dalam menghadapi apapun, mari saling membantu apa yang bisa kita bantu, jadilah ibu dari setiap anak-anak yang tidak punya orang tua, jadilah kakak dari setiap adik-adik yang tidak mempunyai kakak dan .... jadilah payung saat hujan datang membasahi mereka yang tidak punya tempat untuk berlindung dan jadilah panas untuk menghangatkan tubuh mereka saat dingin datang. dan jadilah cahaya saat mereka ingin bercerita dengan Tuhan di gelapnya sepertiga malam.

    BalasHapus
  4. hujan memang punya pesona tersendiri...

    BalasHapus
  5. Subhanallah. menulis tanpa rasa aja kata2nya Nick keren gini, apalagi yg ada rasanya yak? ajarkan aku merangakai kata tentang Hujan, kamu, dan dia :)

    BalasHapus
  6. kalo nulis artikel ya pernah, malah saya kehilangan rasa dengan nalar saya. tapi kalo nulis sastra, malah perasaan saya diobok2 ama tulisan sendiri. aneh ya

    BalasHapus
  7. emmm... "menjadi seperti hujan"??
    nice write ^^

    BalasHapus
  8. Jujur saya bukan orang yang pandai memaknai kata demi kata yang Kau tulis Nick...., tapi selalu suka dengan kata demi kata yang kau tuliskan, ada keindahan dibalik dentingan melody yang menjadi backsoundnya...

    jadi tidak ragu kukatakan uangan ini termasuk ruang Favorite bagiku..

    BalasHapus
  9. Menulis tanpa rasa aja tulisannya udah keren apa lagi ma rasa :D

    BalasHapus
  10. Kiss the rain, hahahahaha.. selama ini dhe selalu meng-silent-kan volume lptop dhe nick, dan baru tahu kalo backsoundmu adalah nada indah ini.. salam untuk mereka, salam untuk mereka yang sudah memberikan banyak cerita untukmu, salam untuk mereka yang sudah memberikan harapan baru di tiap langkahmu.. :)

    BalasHapus
  11. wow..wow..wow.. saya seperti berada di langit, dan melihat beberapa kejadian di bumi.. namun air mata selalu hadir di setiap kisah yang terbaca, indah kalimat yang digunakan membuatku hanyut dalam bingung memberi makna.. hanya tentang dinda yang mampu kumaknai, mengambil pelajaran dari itu. kemudian pergi dengan tanya yang lain.. so.. nice deh.. :D

    BalasHapus
  12. cuma 1 kata " Speechless " ....^_^

    BalasHapus
  13. salah satu profesi yang sampai sekarang aku sangat2 hargai adalah seorang pengajar...masya Allah... cerita Dinda dan Atra... dan juga mungkin cerita anak2 yang lain merupakan cerita kita juga untuk membuat mereka lebih baik di masa depan... semoga Allah memberikanmu pahala yg sebesar2nya pahala karena keihklasanmu memberikan ilmu pada mereka...

    BalasHapus
  14. saya jg termasuk pengagum ruang ini. pilihan kata2nya, pilihan dentingan melodynya, selalu bisa membuat sy b'betah2 diruang ini ^_^

    BalasHapus
  15. kata donny dirgantoro, anak2mu menguatkanmu..
    tp sperti perlu ditambah. murid2mu juga bisa menguatkanmu. :)

    BalasHapus
  16. nice share post,
    sungguh sarat begitu banyak makna,
    walau derita tekanan dunia apapun yang menimpa, selama kejujuran selalu tergenggam dalam hati, maka Insya ALLAH surga-kan tersenyum bagi mereka para pecinta kejujuran,
    sungguh, akupun menyukai hujan, karena hujan adalah rahmat-NYA bagi seluruh alam semesta beserta isinya,
    inginkah menjadi hujan...hmmm,
    sebaiknya jadilah dirimu sendiri yang selalu indah dihadapan pandangan ALLAH SANG KHALIQ...salam :-)

    BalasHapus
  17. bermain dengan kata, dan aku suka.
    mungkin tak seberapa mengerti, dan begitulah kata.

    BalasHapus
  18. Hallo Nick, baca komentarku pasti Nick tersenyum lebar hehe. Musiknya merdu, mangajak aku untuk menenangkan diri Nick. Pas banget sama tulisannya yang mengalir, jadi ga bisa apa-apa saya. Jujur, baca percakapan ustadzah dan Dinda disana seolah saya sendiri yang lagi konseling. Pertama kali konseling waktu SMA saya juga nangis, soalnya guru BP itu mengurai tentang pekerjaan orang tua. Akhirnya menemukan ketenangan juga. Ustadzah disana sangat bijak sekali ya Nick. Pasti Nick. Hehe.

    Nick, "Wajahnya tampak acak-acakan dengan anak rambut yang berlarian keluar dari balik kerudungnya". Cakep sekali kata-akatanya, benar apa kata Mas Ady. Memainkan kata-kata dan aku suka. Kapan-kapan buatlah yang lebih panjang dan berseri Nick.

    Banyak pelajaran yang bisa dipetik, sangat mulia sekali Nick..

    BalasHapus
  19. nice nick ..aku selalu terpukau dengan kata2 mu hingga aku coba untuk memaknai setiap rangkaian nya..namun terkadang meraka menguatkan kita dan kita menguatkan merekan. berjalan bergandengan ketika terjatuh tangan yang lain membantu mu untuk kemebali berdiri, di balik kesedihan dan senyuman mereka memberikan energy tersendiri bagi kita para pendidik.kita harus sellau care dengan mereka...nice post....

    BalasHapus
  20. Farid
    ^__^
    aku ga ngerti kok...:P

    BalasHapus
  21. Sam
    Hahahaa..Mas Sam..kan nulisnya kali ini tanpa rasa, jadi usahlah kau tebak rasa apa yg hadir wktu aku nulis..:P
    Iya, kadang kerumitan itu bikin kita terhenti lama saat melakukan sesuatu. Entah karena lelah, ataupun takut...-___-
    #tare zamen paar? mirip mungkin...tapi dia "sedikit" lebih parah..soalnya dia kelainan sensitifitas juga, tak bisa disentuh,,, :'(

    BalasHapus
  22. sioranges
    Terimakasih yaa..mau baca corat-coret sederhana akuuu..^_^

    BalasHapus
  23. Mas Aul
    jadilah payung saat hujan datang membasahi mereka yang tidak punya tempat untuk berlindung dan jadilah panas untuk menghangatkan tubuh mereka saat dingin datang. dan jadilah cahaya saat mereka ingin bercerita dengan Tuhan di gelapnya sepertiga malam.

    Wow..Mas Aul dewasa bgt di kalimat ituuu..ahahaaa...jarang dpt komen agak puitis gini darimu..#jujur
    Sebagai komentator terpanjang..saya kasi ☂ ...karena setiap org butuh sesuatu utk berteduh bukan, mungkin spt a shoulder to cry on..:P

    BalasHapus
  24. Rina Susanti Esaputra
    Iya...hujan adalah sebuah lagu...bagi mereka yg rindu..#ups

    BalasHapus
  25. Zee
    Love u, dear...apa yang musti aku ajarkan? Kamu selalu mempunyai ribuan kata indah untuk kau rangkai bukan?
    Senang melihatmu di sini...❤

    BalasHapus
  26. rusydi hikmawan
    Waa..mampu nulis artikel "tanpa rasa" yah...saya malah belum bisa..kapan2 ajarkan saya yah..^_^
    Sastra bikin diobok2? hahaha..berati tulisanmu lahir dr hati yah mas..nice...

    BalasHapus
  27. Mushdiqah el Drida
    Menjadi seperti hujan...aku juga belum begitu mengerti maknanya..
    (mungkin) seperti mampu menghadirkan sebuah rasa yg berbeda ; tentang kekuatan, rasa untuk bertahan, tantang kerinduan, juga banyak hal yg hanya mampu hujan lakukan..
    Thanks yaa...

    BalasHapus
  28. Insan Robbani
    Ahh..aku tentu belum sepandai itu dalam merangkai kata mas...ada begitu banyak hal yg aku belum mengerti ttg permainan kata. Tapi aku berterimakasih atas setiap detail penghargaan kalian. Sungguh tak tergantikan.

    BalasHapus
  29. Andro Bhaskara
    ahahaa..benarkah? kau menyaksikan kisahku dari langit? analogi yg cantik. Sukses bikin saya melayang..
    Terimakasih, karena telah mampu membaca ttg dinda...namun adakalanya,,sebuah kisah tak pernah benar2 ingin dimaknai. Hanya dibaca..itu saja..^_^

    BalasHapus
  30. jengjuminten
    Omaa....terimakasih ya, sudah hadir dengan tanpa ID anonim seperti biasanya..miss u so much..

    BalasHapus
  31. Mas Nitt
    Amiinn...
    Ah, Mas Nit..aku belum sesempurna itu..
    Every child's special. Membaca tentang mereka, terkadang memang mengingatkan kita ttg arti kehidupan...^_^

    BalasHapus
  32. Rumaisha
    Ahahahaa..terimakasih mbak..jadi terharu saya...#serus
    *ngelap air mata*

    BalasHapus
  33. Mas Andy
    Thanks for everything, Mas...^_^

    BalasHapus
  34. Pemangsa
    Ahahaha..tumben kau hadir..-___-
    Yup, murid2mu menguatkanmu..(terkadang)..mereka mengajarkanmu bermimpi...

    BalasHapus
  35. BlogS of Hariyanto
    Iyah, saya setuju...
    Kejujuran adalah poros kebaikan dan kebahagiaan itu sendiri..^_^
    Ingin menjadi hujan? Mungkin tidak...namun saya mencintainya..

    BalasHapus
  36. Budiman As'ady
    hahaaa..aku tak sepandai itu untuk bermain dengan kata, mas...
    aku justru dipermainkan kata, dan tengah mencoba menyibakknya perlahan..^_^

    BalasHapus
  37. Mas Qefy
    Ups, kok tau saya tersenyum lebar waktu bacaaa..hahahaa...#ketahuan deh..
    ┐(´˛`“)┌ Ah, tapi nyatanya saya memang senang kalau ada komenmu #jujur saja
    Hahaha...guru BP mas qefy pasti dulunya reinkarnasi aku di kehidupan yang lalu..(ngaku2)..Eh, aku tak sebijak itu mas qefy...malahan aku belajar darimu ttg ketenangan bersikap.
    Panjang dan berseri? Aku belum berani utk konsisten nulis, Mas..kecuali ada donatur inspirasi tetap..:P

    BalasHapus
  38. dhe
    Dhe.....kamu juga inspirasiku dhe...
    Rasanya indah, menemukanmu di antara sekian ribu percikan kata. Menemukanmu dg banyak kesamaan...membuatku benar2 merasa kembali hidup...^_^

    BalasHapus
  39. Zh!nTho
    hahaa...terimakasih ya, kawan....lain kali mari kita menulis dengan rasa...wkwkwk

    BalasHapus
  40. Mb Tia
    ahahaaa...aku ga sepandai mb tia mengungkap rasa lewat kata kok..
    senang melihatmu di sini mbak..menulislah selalu ya, jika itu mampu menenangkanmu...dan membuatmu tersenyum kembali...^_^

    BalasHapus
  41. Aduuuh.. tak usah berkata-katalah saya!,
    Percuma!!! Akan terkalahkan sama kata-kata ditulisan nenek guru yang satu ini :P

    Salamku untuk nenek guru :)))
    Aku juga ada post baru nek guru!,
    Di komen ya disini

    Backsoundnya ga nahan euy..haha!,

    Terima kasih nenek guru,
    Wassalam :)))

    BalasHapus
  42. Tidak bisa saya prediksi apa yangbtertulis pada lintasn ini...
    yang pasti rasa dalam hatiku tersegarkan kembali atas beberapa kesejukan air didalamnya..
    terima ksih.

    BalasHapus
  43. "tanpa rasa" aja begini renyah, apa lagi dg rasa. hhe
    welcome nick, akhirnya keluar juga tulisannya :)

    BalasHapus
  44. Yudhi E. Putranto
    Hehehe..terimakasih pujiannya...
    nanti aku main deh..kalo udah luang yah, mas..
    maap skrng masi kejar tayang (ikut istilah mas qef)..^_^

    BalasHapus
  45. choirunnangim
    Terimakasih banyak ya kawann..
    senang menghadirkanmu dan menyejukkanmu kembali di sini...^_^

    BalasHapus
  46. hehe.. ia hun, baru terbebas dr angka2. makanya bisa kunjungi tarian hujan mu lagi.
    rangkaian kata ku tak sederas tarian hujan mu :)
    slalu jatuh cinta pd kata2 mu ❤

    BalasHapus
  47. Assalamu'alaikum ukhti....

    MAMPIR kesini dgn lagu yang sendu....

    Pernahkah kau menulis tanpa rasa? Maka beginilah (mungkin) yang saya maksud...hambar..tanpa saya pun mengerti apa yang saya tulis.. -____- *penat*
    hehe itu rasanya gado2 kali yah mb....

    BalasHapus
  48. ^__^ Ka Nick... bahasamu indah.. layak disetarakan dengan mereka.. para ahli sastra..
    Meskipun aku takut dengan hujan.. tapi disini.. aku malah jadi mencintai hujan karenamu ka Nick.. tetap berkarya.. aku ngefans lah sama ka Nick.. ^___^

    BalasHapus
  49. saya juga fansmu kak nick :) bolehkah suatu saat saya minta tanda tangan ? #serius
    cukup itu saja. :)

    BalasHapus
  50. Nick.........
    teteh baca smpe 3x ...

    tertegun... bahasamu anggun...
    tersenyum... rasamu mengayun...

    nice nick sayang... pko'a Te O Pe Be Ge Te...

    #yessssss.... akhirnya bisa comment. \('',)/

    BalasHapus
  51. Zee
    wow...kertas2 bermasalahmu udah selesai yah, darling? sekarng aku yg sekarat gara2 kertas2 bermasalah ituuu...huaaaa...-___-

    BalasHapus
  52. Annur EL- Kareem
    hahaha..lebih dari sekedar gado2 mbak...hampa...hambar..wkwkwk #gaje

    BalasHapus
  53. Anna AQyuan
    hahaha..jangan gitu deh anna...tar aku terbang ke langit dan ga turun2..mau tanggung jawab?
    tapi sebenernya, semua tulisan itu indah kok..tergantung cara kita memaknainya aja...^_^

    BalasHapus
  54. Uchank
    Wah, kalo gitu kita tukeran tanda tangan yah...soalnya saya juga ngefans sama kodok kamuuhh..
    get well soon for ur blog uchank...

    BalasHapus
  55. Teh Nitt
    Huaaa...senangnya teteh ada di sini...banyak hal teh, yang bikin nick bisa kembali menulis..di antaranya adalah kehadiran teteh dan sahabat2 nick di bloof..
    senang mengenalmu teh..aku mau jadi sahabatmu langit bumi dah...hahahaa :D
    keep writing juga buatmu teh...^_^

    BalasHapus
  56. Whush... Angin kencang, mudah-mudahan sebentar lagi hujan ^^

    BalasHapus
  57. Mas Fahrie
    hahaha...amiiinn..hujanlaahh yg deraaaasss...wkwkwk

    BalasHapus
  58. مدونة رائعة وهادئة وتبعث على الارتياح
    i like this keep blogging

    BalasHapus
  59. youcef benleulmi
    thanks for ur visit, my friend...^_^
    nice having u here...

    BalasHapus
  60. ayu nastiti Jazakillah mbaakk..^_^

    BalasHapus
  61. Mas Dudy
    ya ampuunn..kucari2 ke mana komenmu..ternyata setelah nyangkut di spam..nyangkut juga di ujung sana..hahaha :D
    makasih ya, atas dukungannya..hiks..jd terharu..hahah..#lebay

    BalasHapus
  62. kunjungan perdana

    salam persahabatan

    BalasHapus
  63. Kezedot
    Ahh..masa sih perdana? kayaknya aku pernah balas komen km jaman dahulu kala...hohoho :P

    BalasHapus
  64. suka banget ma postingan ini,kata2 yang terangkai indah melahirkan kalimat penuh makna. terutama kalimat :Ketika hujan ini datang, aku hanya ingin menghadirkan distorsi yang mmbentuk bahasa manis dalam aksara kata. izin copas kalimat ini yak nick

    BalasHapus
  65. menulis memang banyak dipengaruhi oleh mood yang sedang kita rasakan. :)

    BalasHapus
  66. Rima Aulia
    hehehe...makasih mbak...iyah gpp dicopas...^_^

    BalasHapus
  67. Inspirasi Kecilku
    yup...bener banget ituuhh..kadang badmoodnya lebih banyak dr idenya..wakkaak

    BalasHapus
  68. keren banget kata2nya :)
    mau donk belajar merangkai kata2 supaya bisa kek kamu ^^
    i really like ur blog ..hehe

    BalasHapus
  69. anonim
    makasih yaa....coba kamu nulis aja yg banyak...nanti saya baca..kita belajar bareng..^_^
    salam kenal yaa...

    BalasHapus
  70. Menyimak.. Belum bisa mengartikannya (jujur).. Tapi, untaian kata yang sangat menarik untuk dibaca..

    BalasHapus
  71. Faril
    hehehe..makasih yah dah mau mampir dan baca...^_^
    terharu sayah...

    BalasHapus
  72. hujann,,,,
    menjadi hujan karena hujan adalah berkah dari yang maha kuasa,
    kita terlahir ke dunia juga berkah,,

    BalasHapus
  73. Obat
    Yup. Semoga kita terus mnjadi berkah dan bermanfaat hingga akhir.. :D

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)