Mengeja Hujan ☂

Jumat, 03 Februari 2012
Photobucket
Tadi pagi saya ngobrol sama Hujan. Sudah lama sekali rasanya kita tak pernah punya waktu berdua saja seperti ini. Ada begitu banyak kisah yang ingin saya tumpahkan sampai berbusa-busa pada tiap teduhnya. Seperti biasa, dia selalu menyambut hangat kehadiran saya, meski saya tahu, ia sedang tidak enak badan. Tubuhnya tampak sedikit memucat dan menggigil kedinginan. Hari ini ia bahkan tampak jauh lebih kurus dibanding sebulan lalu, saat terakhir kali saya curhat padanya tentang pangeran dari negri seberang. Maka pagi itu saya tawarkan sebuah jaket hangat untuknya. Jaket kesayangan saya -yang kata dia- saya selalu tampak serasi saat mengenakannya. Ahh, Hujan...kamu selalu saja meninggalkan kenangan yang bisa buat saya senyum-senyum sendiri saat melamun.
Tapi pagi ini dia menolak jaket yang saya angsurkan padanya, katanya, kamu akan lebih nyaman cerita sama saya kalau saya terlihat lebih kuat untuk tempatmu bersandar. Saya  diam. Saya ingin dia tahu bahwa saya pun kuat sepertinya. Tidak boleh menangis. Lalu mulailah saya bercerita padanya, seperti biasa ... tanpa mampu menatap pijar matanya. Karena saya takut akan menangis, dan terlihat cengeng untuk kesekian kalinya.

“Saya lelah. Itu saja. Maka boleh kah saya berhenti?” Kata saya sesak.

“Berhentilah. Bahkan untuk selamanya jika itu membuatmu sakit. Kamu tahu? Saya lebih terluka saat melihat kamu merasa payah.”Kata Hujan perlahan. Menenangkan. Seperti biasa.

“Tapi saya tak pernah ingin menyerah. Saya hanya takut, akan berjalan sendirian saja.” Kata saya lagi.

Napas saya mulai tidak teratur. Sebisa mungkin saya hentikan tiap kristal yang melesak pada retina mata saya. Berdesakan, seolah ingin segera tumpah ruah dan muncrat menyatu pada selisik mega. Hujan terdiam. Dipalingkan wajahnya menjauh. Ia enggan menatap saya. Mungkin benci melihat betapa cengengnya saya.

“Saya ingat, kamu pernah sendirian tanpa saya sebelum kita saling menyapa. Hari itu kamu terbangun dari tidurmu, membuka jendelamu, dan melanjutkan hidupmu dengan penuh ketegaran. Saya ingat, kamu pun pernah sekuat itu. Berlari pada batas mimpi dan impianmu, terjaga dari letihmu, dan mencoba bersisian dengan terik yang kau benci. Bukan kah begitu?”Hujan berkata serak.

Saya tahu, saat ini mungkin tubuhnya tak lagi sekedar hangat. Melainkan sudah mulai limbung dan terasa berat karena suhu demam yang terus meninggi. Tapi dia mencoba tetap berdiri tegak di hadapan saya. Dia tau, saya akan sangat kecewa melihatnya sakit dan tak berdaya.

Hening pun merajai detik-detik yang berlalu di antara kami berdua. Seperti Hujan yang mulai lenyap, saya pun merasa patah dan takut.

Lalu kami mulai saling meniadai. Dia pergi dan mendatangkan pelangi, agar saya tak pernah merasa sendiri.

Jika kamu kehilangan, kamu bisa mencariku. Dan akan menemukanku dari waktu ke waktu.”


Tepi sebuah jendela; Yogyakarta, 3 Februari 2012

115 komentar :

  1. kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....kereeeen....asli...kereeeeen.....kereeeeen....

    BalasHapus
  2. saya suka cerita hujan...seandainya aku menjadi hujannya nick...:D

    BalasHapus
  3. hmmm nyentil banget nick, walaupun aku tidak terlalu suka dengan hujan..tapi ada siluet rasa nangkring wktu baca ni postingan, aku lebih suka gerimis..aku takut kalo hujan lagi nge-rock^^

    Dia mengukir pelangi ketika tagihan rindu mulai mendetum..
    Atau jangan2...dia rela mempersunting uap samudra sbagai amunisi
    untuk hadir di kesekian waktumu..bukan hanya di februari...^_______^

    BalasHapus
  4. keren keren hanya satu kata T.0.P..wkwkwk karna g akan bisa nulis ginian.haha.

    BalasHapus
  5. kak aku suka banget sama tulisan-tulisannya ^^

    BalasHapus
  6. bisakah kau mengajariku menjadi penulis lepas? Yg benar2 terlepas untuk menulis yg melewati realita? Tulisanku selalu cenderung selalu berpedoman pada teori dan rumus alam. Aku ingin bebas, lepas...

    BalasHapus
  7. aku sih gak tau.. tapi yg jelas aku melihatmu, di sebrang sana.. ;-)
    #apa coba? :p

    BalasHapus
  8. oh iya,,, aku follow blognya mbak,,, follow balik yah :P

    BalasHapus
  9. dan aku lah pelangi yang diperintahkan hujan untuk menemanimu mbak :)

    BalasHapus
  10. selalu seperti orang bodoh jika disini..
    kehabisan kata2 untuk menerjemahkan rasaku
    ketika singgah diruangan ini

    BalasHapus
  11. hujan?
    aku selalu suka,
    saat yang pnuh kenangan,
    pun saat berlalunya...

    BalasHapus
  12. saya jadi ingin ke bandung membaca tulisan ini nick

    BalasHapus
  13. ettt dahhh.. mangstabb...

    hujan itu juga,,,, romantis. hohohohoho

    BalasHapus
  14. Subhanallah... Tak mampu berkata-kata...
    Ngena banget dihati...

    BalasHapus
  15. keren.. "Jika kamu kehilangan, kamu bisa mencariku. Dan akan menemukanku dari waktu ke waktu ... "

    BalasHapus
  16. tegarlah.. karena akan ada suatu masa dimana kita harus sendiri.. dan ketahuilah.. ia mengamati dari ruang yang berbeda.. mengamati keteguhan langkahmu.. kekukuhan hati yang tlah kau bangun dan pertahankan.. #hujan.. *ehh.. :)

    sungguh aku kehabisan kata-kata baca ini..
    fotonya jg keren.. sebuah ruang dibalik jendela.. ^__^

    BalasHapus
  17. tetap istiqomah ^_____^
    KOFTTE
    Keep On Fighting Till The End. . .

    BalasHapus
  18. mengeja hujan dengan ketegaran.. karena hujan tak dapat selamanya menemanimu.. "Dia pergi dan mendatangkan pelangi, agar saya tak pernah merasa sendiri".. hanya sedikit yang mengerti.. :)

    BalasHapus
  19. ajari ngobrol sama hujan donk ;-)
    Salam kenal mb ;)

    BalasHapus
  20. Ah... mantap! Bagus banget mbak...
    ngena banget kok ya..
    >,<

    makasii mbak buat tulisannya.
    jadi merasa dikuatkan lagi.
    :D

    BalasHapus
  21. Sedia payung sebelum komen... :D

    tetesan hujan kali ini seperti tetesan air mata... :D

    "mengerikan"... :D

    BalasHapus
  22. wah keren, seakan aku yang ada di posisi itu...

    BalasHapus
  23. belajar mengeja maksud hujan, tapi aku lum pernah bisa....100 u nick, postingan yg keren dan cerdas

    BalasHapus
  24. HUjan...
    jadi kangen sama nick... ^_^

    BalasHapus
  25. wiiih..
    ga tau mo komen apa lg ini..
    speechless.. :)

    eh tp itu diatas ada yg demam, coba di kompres pake air mata, cepet sembuh pasti tu..air mata cinta..heheheeh :p

    BalasHapus
  26. aku bukan seorang pujanga
    aku hanya seorang pembaca
    yang tak tau mau berkata apa
    sepertinya tulisanmu cukup mempesona.

    trimakasih ya.

    BalasHapus
  27. nick, saya punya penggalan lagu hujan. cocok sekali buatmu ^^

    Aku selalu bahagia
    Saat hujan turun
    Karna aku dapat mengenangmu
    Untukku sendiri

    Selalu ada cerita
    Tersimpan dihatiku
    Tentang kau dan hujan
    Tentang cinta kita
    Yang mengalir seperti air

    Aku bisa tersenyum
    Sepanjang hari
    Karna hujan pernah menahanmu disini
    Untukku

    BalasHapus
  28. Kalo merasa takut saat berjalan sendirian, maka ingat-ingatlah saat dimana hujan belum datang menemuimu, menemani setiap waktu sepimu. Hanya belajar mengingat-ingat, itu yang perlu. Karena sebenarnya pasti bisa, hanya belum terbiasa :D

    BalasHapus
  29. "Jika kamu kehilangan, kamu bisa mencariku. Dan akan menemukanku dari waktu ke waktu ... "

    saya suka tulisan terakhir... hehehe

    selalu dgn hujan.. enak bgd ngalir bahasanya ukhti...

    musim hujannn

    BalasHapus
  30. wowwwwwwwww tulisannya menjadikan saya terbang ke negeri impian,,,
    menghayal disebuah istana yg begitu indah dibalik jendela dengan ditemani rintikan hujan,mendengarkan musik seperti ini---

    ga nyadar ini hanya cerita he he he---

    BalasHapus
  31. MasyaAllah.. :)
    nice share 4 this post..
    ya, yang selama ini aku tahu, rimanya hujan tak selamanya sedih..

    BalasHapus
  32. Mas Nit :

    Hahahaa...Mas Nit lebaiii...wkwkwkw...aku tak se"keren" yg kau bayangkan...#ikutan alay

    BalasHapus
  33. Mas Nit (lagi):

    OooooOOoo...tidak bisaaa....yg bisa jadi hujannya Nick kan cuma awan hitam...:P

    BalasHapus
  34. Mbak Uty :

    Dia mengukir pelangi ketika tagihan rindu mulai mendetum..
    Atau jangan2...dia rela mempersunting uap samudra sbagai amunisi
    untuk hadir di kesekian waktumu..bukan hanya di februari..


    Woow...Mbak Uty emang selalu keren buat maini kata...
    Ga suka hujan? Hmm...kenali aku maka kau akan mencintainya..huahahaha...#apasih

    BalasHapus
  35. Mbak Tia :

    Hmmm..ga bisa nulis ginaian? Itu sekedar alibi kan? hahaha :P

    BalasHapus
  36. Mbak Tri Hastuti :

    Hiks, makasih yah mbak...serius saya tersanjung, dan terharu ... :)

    BalasHapus
  37. Istighfarin :

    Lihat komentarmu ...
    Di sana kamu telah menulis lepas dengan caramu. Duduklah sejenak. Lepaskan penatmu. Dan menulislah. Kata apapun yg kau raingkai, itulah lepasnya segala ikatanmu ... :D

    BalasHapus
  38. PuDar :

    Hyaaa...kebiasaan deh... :P

    BalasHapus
  39. Mas Aan :

    Ahahaha...
    Sudah kuduga, kamu memang tengah melihatku di saat aku pun melihatmu ... #apasih

    BalasHapus
  40. Istighfarin (lagi) :

    Ok, insyaAllah yah ... :D

    BalasHapus
  41. Syifa' :

    Ah, kamu ...
    So sweet banget sih ... miss u, dear.. @_@

    BalasHapus
  42. Mas Insan :

    Don't feel like that, my friend ...
    Kalau tiap orang merasa bodoh saat aku menulis, maka haruskah aku berhenti menggoreskan pena? #mulai ... hahahaa

    BalasHapus
  43. Mas Ridwan :

    Yup. Hujan memang selalu indah. Bahkan bau tanah selepas hujan pun selalu tampak spesial.

    BalasHapus
  44. Mas Aul :

    Hahahaa ... Kok bisa?
    Kan aku ga cerita apapu ttg Bandung ... :P

    BalasHapus
  45. Kira :

    Wkwkwkk ...
    Saya pun setuju dg itu ... :D

    BalasHapus
  46. Mbak Rusdah :

    Ah, aku juga speechless Mbak ...
    Bingung. Gimana caranya ngembaliin kata2mu yg hilang? Hahahaa :D

    BalasHapus
  47. Emi :

    Tentu. Temukanlah aku dari waktu ke waktu ... #halah

    BalasHapus
  48. Mas Erlangga :

    ...ia mengamati dari ruang yang berbeda.. mengamati keteguhan langkahmu..

    Ah ya ...
    Semoga memang begitu adanya. Meski terkadang, (jujur saja) aku pun ragu.

    BalasHapus
  49. Kaito :

    Sip. Thanks buat semangatnya ... :D
    Ngomong2, saya suka nick namenya tuh. Ingat si Conan, eh .. bener ga sih? :D

    BalasHapus
  50. Mas Andro :

    Hehehe. Banyak yang kutulis memang aku sendiri pun tak mengerti kok Mas ...
    Anggap saja sebuah jeda pada masa yang berbeda ... :D

    BalasHapus
  51. Febrian :

    Termangulah sejenak di tepi jendela saat hujan menyapa. Di sanalah kamu akan menemukannya menyimpan sejuta kata untuk mendengarmu bicara ... :D

    BalasHapus
  52. Anonim :

    Huuft ...
    rain ... :D

    BalasHapus
  53. Runa :

    Ah, benarkah aku mampu menguatkanmu?
    Senang mendengarnya. Dan aku berharap, aku akan sekuat dirimu kelak dalam dunia nyata.

    BalasHapus
  54. Sam :

    Wow !!!
    Sepertinya hanya kamu yang menyadari, bahwa hujan kali ini memang tampak "sedikit" melukai.

    BalasHapus
  55. Selvi :

    Mungkin saya pun terkadang justru berharap tidak berada pada posisi itu ... :D

    BalasHapus
  56. Rima :

    Hanya waktu yang akan membantumu mengeja tiap jejak Mbak, terlebih ttg hujan ... :D

    BalasHapus
  57. Teh Nit :

    Teteh ...
    Kau tau? Betapa aku pun (juga) rindu.

    BalasHapus
  58. Mbak Pipi :

    Inginnya begitu, Mbak ...
    Tapi sepertinya dia akan lebih cepat sembuh jika "tanpaku" ... #mulai :D

    BalasHapus
  59. Drieant :

    Aku pun hanya seorang gadis. Yang sekedar ingin menulis. Maka aku tak mengerti, bagaimana caranya menghentikan pena. :D

    BalasHapus
  60. Ai :

    Waaa ...
    Uthopia kan?
    Hiks, aku suka banget syairnya ... dalem ...
    Makasih Ai, u know me so well ...

    BalasHapus
  61. Mbak Mae :

    Ah ya, aku perlu belajar mengingat.
    Itulah yang membuatku sedikit menyerah. Karena mungkin aku terlalu lelah, mengingat saat2 sebelum hujan datang dan menjadi "sesuatu" dalam hidupku.

    BalasHapus
  62. Annur :

    Karena hujan mengajarkanku untuk terus "mengalir" dan berteduh sejenak ... :D

    BalasHapus
  63. Ndear :

    Hahaha. Hujan juga selalu begitu. Membuatku lupa untuk kembali berpijak dan tersadar... #ups

    BalasHapus
  64. Mbak Basmah :

    Tentu. Bahkan hujan sering mengajariku untuk menari dan tertawa ... :D

    BalasHapus
  65. Choirul :

    Hujan memang keren ... hahaha ... :P

    BalasHapus
  66. selalu romantis kalu baca blog ini hehehe

    apalagi cerita tentang hujannya.. mhm.. meleleeeh :D

    BalasHapus
  67. sukaaaaa... :D
    keren mbak nya, hehhehe
    lagi pengen nyoba nulis cerita kyk gini tapi belum bisa aku...

    BalasHapus
  68. Dear Nick,

    Leraikan lara dengan senyuman mesra
    Lenyapkan gundah dengan puisi yang indah, dan
    Letupkanlah semangatmu dari dukamu..!

    Syafakillah, semoga lekas sembuh.
    Doa kami kan terus dikidungkan untuk kesembuhanmu, sob.

    *Ghifa dan Hakim
    Tulisan yg kreatif Nick, penulis mencurahkan apa yg dirasa melalui objek lain. Begitu ya?

    BalasHapus
  69. Enno :

    Ahhahaa, makasih udah mau baca yah dear...
    aku kan hujan, masa bisa buatmu melelh? wkwkwk :D

    BalasHapus
  70. Fitri :

    Hayuk...dicoba...
    Pasti bisa, nanti pasti ketagihan kalo udah nulis..^_^

    BalasHapus
  71. Sarah :

    Maksih, cantiiikk...^_^

    BalasHapus
  72. Mas Qefy :

    Dear Hakim and KetOs..#apasih

    Tentu saja akan lekas sembuh, kan ada kalian di ruang OSIS..
    Hari2 si hujan akan jadi jauh berbeda... :D

    Yup. Istilah lain dari menjadikan objek lain sebagai kambing hitam dan tumpahan rasa...hahahaha :D
    Salam buat hakim..#lambaikan coklat

    BalasHapus
  73. Juga seperti kepergiannya yang menghadirkan pelangi, saat ini mungkin hujanmu, dirimu, sedikit bersedih. Namun seiring akhir tulisanmu, engkau membawa "pelangi senyuman" bagi kami yang membacanya..
    #komentar ngawur

    BalasHapus
  74. kaya adikku mbak... suka banget hujan... ^^

    BalasHapus
  75. Assalamualaikum, Unik Hanifah Salsabiila ;)
    Nyasar ke sini gara-gara postingan si Acci. Emang bener ya, dahsyat banget tulisannya.. ^___^
    Sayang kalau tulisannya nggak dilindungi pakai HTML anti copas, Unik. Dunia maya itu penuh dengan pencuri, lho. Beberapa teman saya sudah pernah mengalami puisi-puisi mereka dicopas habis, bahkan ada yang mengikutsertakannya pada suatu antologi puisi tanpa menyertakan nama penulis aslinya.
    Sayang banget..
    Etapi hanya saran kok, nggak maksa ^__^

    BalasHapus
  76. Mas Arya :
    Ahahhaha...jadi ge'er nih..aku bawa pelangi..#apasih

    BalasHapus
  77. Anis :

    Pie? Dah sukses bloggingnya..?

    BalasHapus
  78. Mbak Della :
    Wah, terharu sayah sama kunjungannya. Musti berterimakasih sama pemangsa (red. Mbak Aci) dong nih...hahahaa..
    Iyah mbak, sempet kepikir begitu...cuma kadang ga tega aja sama yg cuma mau ngopi tulisan buat status atau cuplikan di tulisanya dikit mbak. Dulu sempet aku kasi anti klik kanan, tapi lama2 aku ngrasa egois sendiri aja.. :D
    Meski kalau ingat banyak juga blogger yang melupakan kode etik per-copy pastean..aku juga kadang jd dilema nih mbak..hehehe
    Nanti aku pikirkan kembali, jazakillah yah mbak..^_^

    BalasHapus
  79. Mbak Apriliana :

    Wah, iyakah? Ada blognya mbak?

    BalasHapus
  80. hai Sabiila~ pas liat komen-mu di kamera-kecil saya jadi penasaran juga buat main2 ke blog mu :)

    puisi dan tulisannya bener2 oke banget! saya langsung suka pas pertama baca tulisan kamu. iseng, saya melirik nama blognya untuk di link ke kamera-kecil. pas saya lihat judulnya, saya benar2 kaget dan agak merinding juga baca nama blog nya:

    Tarian Hujan.

    nama itu mengingatkan saya dengan nostalgi masa lalu. kamu tahu? duluuu banget saya pernah nge-post puisi di notes Facebook, sampai-sampai saya lupa kalau notes itu pernah ada. kalau boleh izinkan saya untuk menyalin kembali tulisan itu disini :

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=194053533944927

    Tarian Hujan
    by Armansyah Gazali on Monday, January 17, 2011 at 7:30pm

    Aku suka Kelabu,
    warna-warni kusam pembawa ceria,
    yang mengingatkanku dengan riuh langkah kaki-kaki belia,
    Hangat, tentram,
    Tak peduli dengan salah-benar aturan dunia

    Aku suka melihat mendung,
    Gumpalan monokrom kelabu,
    dengan titik-titik sejuk membelai wajahku,
    Ringan terbang terbawa angin,
    Tanpa beban menjelajah bumi

    Aku suka melihat hujan,
    Bermain dan berlari dibawahnya,
    Atau sekedar diam mendengar rintiknya
    Bagiku hujan adalah nostalgi
    Pengingat kenangan yang tak pernah pergi

    Temanku pernah berkata,
    “dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu”
    “dan dalam gerimis akan selalu ada hati yang menunggu”

    Apakah kau ingat saat hujan mengguyur kita mentah-mentah?
    Kau hanya tertawa lepas dan mengajakku berlari
    Menerobos kencang melalui kisi-kisi pelangi

    Kanan-kiri, lalu berputar sembilan kali
    Berlari cepat dan melompat jatuh dalam genangan
    Ulangi lagi dua sampai tiga kali,
    Hingga kau tertawa dan melepas isi hati

    Ayo menari bersama! Katamu saat itu,

    Bebaskan semua rasa sampai hilang pengap di dada
    Tertawalah lepas karena guruh akan menyambutmu
    Menangislah deras karena hujan menyamarkan air matamu

    Ayo, kemari. Larutlah bersama kami
    Tak usah malu ataupun sungkan
    Karena tarian ini adalah tarian hujan

    Butir-butir bening bercampur pasir
    Menciprati muka dan hatiku yang berdesir

    Dan membekukan momen tersebut pada setiap hujan yang turun membasahi hari

    Hingga pada hujan yang turun pada hari kau berkata

    “sepertinya aku tak butuh payungmu lagi”

    Sambil mengembangkan payung indah milikmu sejak lama
    Payung indah yang disimpan aman dalam lemari
    Yang hanya ditengok sekali-sekali
    Yang menjadi cadangan saat payung tua milikku berlubang
    Hingga meloloskan tetes air bercampur angin yang selalu menyapamu dengan ucapan selamat sore

    Dulu kau suka itu, dan itulah hal yang paling kusuka

    Sebelum kau mulai membenci hujan,
    Dan membohongi diri dengan sesuatu yang kau sebut realistis
    Sebelum kau pergi dengan payung indahmu,
    Dan melupakan kesenangan kita bermain hujan

    Hingga kini, kau masih tetap membenci
    Sedangkan aku tetap suka bermain hujan
    Diluar kepala, aku hafal tarian hujan

    “kanan-kiri lalu berputar sembilan kali”

    Tetap menunggumu sadar kembali
    Walau hanya sebatas keyakinan
    Yang mungkin tak sama dengan kita yang kemarin

    “berlari cepat lalu melompat jatuh dalam genangan”

    Kutunggu kau menari kembali,
    tunjukan denyut ceria dibawah hujan

    “ulangi lagi dua sampai tiga kali, hingga kau tertawa melepas isi hati”

    Ayo menari bersama kami !
    tak perlu malu atau pun sungkan
    karena tarian ini adalah tarian hujan

    puisi ini di post pas jaman-jaman masih galau gara-gara putus cinta, jadi maaf-maaf yaa kalau bahasanya agak2 gimanaa~ gitu, Hahahaha!! :D
    nice blog! izin nge-link yaa~

    BalasHapus
  81. Hujan, seringkali meresonansikan ingatan kita akan seseorang..

    saya selalu suka hujan, ehem..
    kadang2 sebel juga kalo airnya yang jatuh ke tanah bikin polkadot coklat-coklat di rok saya..

    tulisan yang indah mbak :)

    BalasHapus
  82. tak diragukan lagi....
    racikan kata-katanya manis :)
    kak nick memang d^_^b

    BalasHapus
  83. Mas Armansyah :

    Wow...maaf...baru sempat balas komen2 lagi setelah sekian lama...hahaha
    Wah, saya sampai hampir lupa..tentang kamera kecil, karena pas itu masnya ga langsung balas komen saya dsna. Pas buka lagi, aiihh...saya jadi ingat bahwa saya tertarik bgt sama jepretan2 sederhana masnya yg pakai hape disana tapi hasilnya ga kalah sama DSLR...-___-

    Eh, itu puisi original karya mas arman kah? Soalnya kalo ga salah dulu aku pernah baca puisi itu di blog orang lain, dan seingatku...hari itu aku terpuka sama rangkaian kata di sana. Keren banget mas...terutama bait ini...

    Temanku pernah berkata,
    “dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu”
    “dan dalam gerimis akan selalu ada hati yang menunggu”

    Apakah kau ingat saat hujan mengguyur kita mentah-mentah?
    Kau hanya tertawa lepas dan mengajakku berlari
    Menerobos kencang melalui kisi-kisi pelangi


    Sukaaaa...banget bait ituuu....keren banget mas,,^_^
    Makasih yaa, udah mau berkunjung....semoga kita bisa jadi kawan blogging yg baik...

    BalasHapus
  84. jjangnisa :

    hahaa...iya, terkadang hujan sedikit merepotkan mbak...tapi tetap saja...seprti kata mas arman di atas...bahwa dalam hujan, ada lagu yg hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu..^_^

    BalasHapus
  85. Uchank :

    hei..kamu kmana aja chank? kangen sayah...
    makasih yah, udah main...^_^

    BalasHapus
  86. kamu akan lebih nyaman cerita sama saya kalau saya terlihat lebih kuat untuk tempatmu bersandar

    mantapp

    BalasHapus
  87. iyaa~ saya juga lagi jarang buka blog kmrn2 jadi maaf yaa kalau dibalasnya lama :)

    hoo~ pernah baca di blog lain? mungkin akun saya di kompasiana kali yaa? iyaa itu spontan dibuat waktu hujan2, baru putus, dan pas ngeliat status teman di facebook, "dalam hujan, ada lagu yg hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu" gara2 itu saya malah jadi ngelamun sambil ngetik dan tiba2 jadi deh puisi galau seperti itu,,Hahaha~ :D ada beberapa lagi di notes facebook, coba follow link nya aja dan ayo berteman! salam kenaal~ :)

    BalasHapus
  88. Hai Nicknock :)
    Tarian hujanmu selalu indah, selalu berwarna ditiap rintiknya..
    Tak banyak yang bisa menebak, termasuk saya..hehe,

    Sekali dateng kesini, selalu ingin kembali..
    Kali ini saya kembali dengan tidak banyak kata yg dapat diuraikan, :D

    BalasHapus
  89. Indah mba......
    diksinya enak dan renyah dibaca... :)

    ndrakster.blogspot.com

    BalasHapus
  90. artikel yang sangat baguss mbak,,,,
    ini kunjungan pertama nih mbak tapi udah di suguhin kata kata yang sangat WAW....

    BalasHapus
  91. Buka lewat hape, k0mentarnya bnyk bgt lg jd susah lihat artikelnya :(

    BalasHapus
  92. kunjungan sob ..
    salam sukses selalu ..:)

    BalasHapus
  93. kamu kemana sih nick? kok blm update?

    BalasHapus
  94. geje.mlete :

    hahaha...memang begitu kan yah? :P

    BalasHapus
  95. Armansyah :

    Wah..sama nih, sayah juga sempet hiatus lama...hahaha...jd baru sempet balas lagi..
    Iyaa..hujan suka bikin galau ahh...galau, mellow, dan kawan2nya...wakkaak..
    link apa? fb? oke ntar ku add deh...kalo link blog kayaknya udah aku follow deh masnya.. :D

    BalasHapus
  96. Mas Yudhi :

    Hahahaa..makasih mas...huuu, gombal deh ahh...wkwkwkwk
    selamat menikmati hujan deras yaa..hahahah :P

    BalasHapus
  97. Hendra :

    Hoohoo..makasih yah kawaann..^_^

    BalasHapus
  98. Obat Herbal :

    Hahaaa..makasih yaaahh..semoga akan ada kunjungan2 berikutnyaa...wwkwkwk

    BalasHapus
  99. Mas Hzndi :

    Hadeuuhh..maaf yah kawann..
    habis mau gmn lagii...saya suka ga enak kalo ga balas semua komen..#edisi menghargai.. :D

    BalasHapus
  100. Outbound :

    Makasih banyak yaahhh...^_^

    BalasHapus
  101. Ai :

    Ahh..Aii...kamu so sweet bgt deh..pake nanyain akuu..hahahaa..#edisi ge'er..
    Iya nih Ai...habis hiatus tak tertahankan..-___-

    BalasHapus
  102. Inti yang sependapat denganku: "Jangan takut kesepian, dan sendiri. Karena sebelum ada aku-pun kamu bisa tegar, kuat."
    Bener nggak sih salah satu maknanya itu -__- aku terlihat sangat awam dan tidak romantis (memang). Hehehehe...... :--p
    Keep writing, Teh. Teh Nick Sang Mellow-is yang Suka Hujan Tingkat Internasional :--D

    BalasHapus
  103. ☂ Sefty :

    Yup. Bener banget Sefty. Itu intinnya. Setidaknya, mengingatkan diri kita...bahwa tanpa "nya" langit pun masi akan tetap biru seperti sedia kala..wkwkwkw :P

    BalasHapus
  104. Kisah percumbuan mu dengan hujan yang sangat dalam.... Aku bahkan tidak bisa mengabaikan betapa hujan telah menjadi kasih berdua yang sedang asik bersamamu saja lewat layar laptop ini....

    Aku mengagumi caramu bertutur,,,, tentang hujan, yang pada akhirnya melahirkan empatiku dalam membaca tiap personifikasinya... Hujan memang sayang yah selalu membangkitkan ingatan, tapi aku lega membaca ini... karena dialog mu dengan hujan terasa sangat jujur dan tidak saling mengkhianati....

    Hujan yang ini, hujan yang menampakkan semata kekuaatannya untuk mu, membuatku jatuh hati.. sedikit cemburu karena hujan dan aku yang selama ini, masih penuh dengan pengingkaran dan perandaian... Huft... andai aku bisa lebih jujur pada hujanku .. mungkin aku kan mencoba, suatu hari nanti ^__^

    BalasHapus
  105. sentuhan yang manis,
    Tuhan sudah memberikan yang terbaik untuk hidup mu..
    Tinggal kita melakukan bagian kita dengan baik,
    mungkin setiap proses pencapaian kita berbeda, tetapi Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk kamu :)

    BalasHapus
  106. ☂ pieces of universe :

    Huhuuu...seriuss..terharu bgt baca komentar mbak.. :D
    Apalagi setelah baca blog mbak..di mana tiap komentar terangkum dg indahnya..
    Maaf belum sempat ninggalin jejak dsna mb...saya masi buka pakai hape, agak berat..:D
    Hmm, aku yakin..suatu saat mbak pun bisa jujur pada sang hujan..

    BalasHapus
  107. ☂ Vany :

    Amin. Semoga kita semua mendapat yang terbaik. Yang terbaik dari semua yang telah Tuhan pilihkan yah mbak... :D

    BalasHapus
  108. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    Kegagalan tidak seharusnya membuat kita rapuh .,.
    tapi justru itulah cambuk kita menuju kesuksesan.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    BalasHapus
  109. ☂ Outbond :
    Yupee...setuju sama motivasi kamu..
    tapi saya ga mau ahh kunjungan balik ke blog kamu kalo km komen di blog2 cuma buat iklan atau apa dg menyebar komen copy paste atau komen ga nyambung...maaf yaa...(cuma ngingetin aja)..heheee :D

    BalasHapus
  110. waah,,tulisannya bagus2 mbak,,salam kenal ya:)

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)