• Kisah Hujan

    Hati, tubuh, jiwa, bisa terganti. Namun tulisan-tulisan kita (kemarin) akan selalu abadi. Entah dimana, di negerinya sendiri.

  • Menerka Hujan

    Percayakah kamu kalau saat hujan turun doa kita lebih bisa terkabul? Jadi kenapa tidak mengubah rindu menjadi doa, lalu semoga semuanya baik saja :)

  • Firasat Hujan

    Di Kota Hujan, kadang karena terlalu dingin, jadi terasa perih.

  • Sajak Hujan

    Puisi-puisiku berlari dalam hujan menuju rindu paling deras; kamu.

  • Senandung Hujan

    Ada senandung Tuhan, dalam tiap tetes hujan. Hujan akan tetap menjadi hujan, nikmat Nya yang tak bisa di dustakan.

  • Kota Hujan

    Hujan tahu kapan harus membasahi kota ini. Hujan juga tahu kapan harus berhenti.

  • Hujan dan Kopi

    Karena aroma secangkir kopi juga sebuah cinta.

  • Dongeng Hujan

    Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.

Sebuah Lagu Untuk Persahabatan ...

Senin, 26 Maret 2012
Jogja of Friendship ...

"Persahabatan itu seperti apa?"

"Haruskah ada kecemburuan dan kegalauan di dalamnya?"

 (hening)

"Entah."

"Buatku, terkadang bukan karena kita acuh maka persahabatan itu menjadi retak. Karena pada kenyataannya, aku masi tetap di sini. Masih menjadi seseorang yang sama seperti yang dulu mereka kenal. Hanya saja, merekalah yang perlahan menjauh. Maybe I'm getting older and older, but for me...friendship's never aging."

"Sama. Aku pun begitu."

"Persahabatan adalah rasa nyaman. Di mana aku melukis pelangi, dan kau menyempurnakan warnanya. Di mana aku mengeja hujan, dan kau menyatukannya. Di mana aku meraba dalam gelap, dan kau meneranginya. Di mana kau menyihir awan, dan aku menjadi keajaibannya. Di mana kau menjejak mega, dan aku meneguhkannya. Di mana kau mengikat hening, dan aku membunuhnya perlahan."


Kusentuh hidungku dengan jari-jari yang hampir mati rasa, dingin. Telapak tanganku sedingin pecahan es batu yang biasa menari-nari di dalam segelas fluida. Mataku tampak sedikit nanar menatap tiap sudut kota yang paling kucintai. Ahh, baru kali ini aku merasa tak nyaman, melupakan hujan, bahkan sangat ingin menangis sekaligus menahannya dalam-dalam.

Pengamen jalanan mulai beraksi, menyuguhkan lagu-lagu menyayat hati. Tangannya sigap menyodorkan kemasan plastik bekas kepada para penumpang sebagai tempat untuk menerima receh-receh, krincing, dan lembaran usang para penikmat jalan raya. Sendu. Merdu. Buatku.

Akan sangat mudah untukku saat harus menangis dalam sunyi. Namun terkadang persahabatan akan selalu menguatkanku, membuatku mampu berdiri tegak lebih lama, dan mendorongku terus berjalan meski perih dan tak ingin.  Mereka menjagaku tetap berada dalam keramain saat aku hanya ingin sebuah keheningan dan keputusasaan.

Rasanya sulit membayangkan, bahwa suatu saat aku pun harus menuliskan tentang sebuah kehilangan. Sebuah jarak dalam lintasan ruang dan waktu tak pernah menjadi beban bagi tiap persahabatan dan genggaman tangan. Membunuh tiap-tiap penat dan kerinduan yang tak pernah mampu kuberi nama dalam sebuah jeda. Ada tawa yang tak pernah mampu kau mengerti bahasanya, ada kisah-kisah yang tak pernah kau tau indahnya, ada sesak yang terhempas dan enyah saat bersamanya. Menembus tiap batas dan kecanggungan. Melawan tiap kesepian yang terasa memuakkan. Lalu seperti sebuah garis, yang kemudian menghilang ke belakang. Menyematkan tiap-tiap kenangan pada nama-nama yang tersimpan hangat. Kami. Ah, kau takkan pernah mengerti. Betapa nyamannya bersandar pada sosok-sosok yang kau sayangi meski tak kau jumpai. Kami. Nama-nama yang terus kurajut, kuletupkan, dan kukunci perlahan pada sebuah ruang yang....ahh, sekali lagi kau takkan pernah mengerti.

Tersentak. Kemudian sekali lagi aku tersadar. Bahwa aku memang telah benar-benar kehilangan. Dan sekali lagi, aku meragu. Selalu. Persahabatan selalu begitu. Bahkan ketika otakku tak mampu merangkai kata apapun, saat tubuhku terasa tak lagi ingin menapaki bayang-bayang tanah yang menggurat, dan saat debarku menjadi kepayahan yang tak kumengerti...persahabatan menjadi sebuah lagu hangat yang membuatku kembali tersadar. Membangunkanku dari mimpi buruk yang menyesakkan. Menguatkan. Memberikan harapan. Bahkan meski ia pun lelah dalam kegamangan.

Terimakasih atas persahabatan yang hangat malam itu. Kalian tau? Menemukan senyuman hangat yang menenangkan dalam setiap kehilangan, adalah seperti merasakan kehadiran tangan Tuhan pada setiap rengkuhan....

Dedicated sangat special to : 

  • Seseorang dengan keletihan yang sangat namun rela menyibak tiap kerumunan untuk kembali mencari dan terus menerus memberikan sebuah senyuman hangat sekaligus kekuatan, bahkan kemudian meminjamkan sesuatu yang sangat ia butuhkan untuk menekan tiap ketakutan dan kehilangan yang kurasakan. 
  • Seseorang yang menggenggam tanganku erat pada sebuah kendaraan roda dua yang melaju lambat. Menguatkanku dan mengatakan, bahwa semua akan baik-baik saja. Menyadarkanku tanpa sedikitpun melukaiku.
  • Mereka yang terus menyemangatiku, mengantarkanku pada arah jalan pulang yang tak lagi tersesat. Menegakkanku dan membantuku tetap tersenyum dalam banyak waktu.
  • Seseorang yang ikut dalam kepanikan meski ia sendiri pun tak mengerti benar tentang apa yang terjadi. Bahkan membantuku menjelaskan, hingga aku tak jadi lumat oleh sebuah amarah.
  • Seseorang yang teramat sangat spesial dalam kisah persahabatanku, seseorang yang selalu ada dalam tiap desahan persahabatan di ruang itu. Menjadi tempat bagi tiap kisah dalam perjalananku. Menjadi tempat sampah bagi tiap ketakutanku. 


Akan ada segudang kerinduan untuk tiap kenangan yang tertinggal di sebuah sudut kemacetan kota. Maafkan atas jalan-jalan yang tak pernah kuhapal dengan sempurna. Semoga kelak tak akan ada kehilangan lagi saat kita ditakdirkan bertemu kembali... :D
"Betapa persahabatan itu benar-benar tanpa syarat...
ketika melihatnya terbatas...
tapi aku tau cintanya luas dan bebas..." @nicksalsabiila

Read More - Sebuah Lagu Untuk Persahabatan ...