Catatan

Sabtu, 22 Februari 2014
Semesta. Setia menghujani bumi dengan ribuan cerita. Ada kisah yang tetap sama, ada juga yang kian mendrama. Meski cinta masih bisa tetap sederhana. Semesta setia mencatat tiap ujung perjalanan dan asal di mana ia pernah bermula. Lalu manusia menjejak. Mencatatkan tiap hal penting yang enggan untuk dilupakan cepat-cepat.


Mencatat lekat-lekat komplain-komplain kecil untuk seseorang yang dicinta, mencatat judul-judul buku kesukaan, hingga mencatat spesifikasi sepatu sparkling kesayangan.

Begitulah... Hidup memberi hak istimewa, supaya setiap orang makin menjadi manusia. Dan catatan kecil seharusnya membuatmu belajar, bagaimana cara menyesap kopimu secara sempurna. Dengan kadar pahit lamat-lamat, dan se-sachet gula yang melumat. Manis-pahit-pekat. Voila. Lalu seseorang yang kau pilih untuk hidup bersama akan mampu tertawa di pundakmu seketika.




Sebuah catatan: “Jika kau mencintaiku. Tak perlu sibuk menghitung waktu. Sibuklah menghitung aku, seberapa banyak  pernah dan akan berdetak di jantungmu kelak.”_segelaskopi



14 komentar :

  1. waaah mbak... mbak nik tulisannya bagus2 dan menginspirasi :)

    BalasHapus
  2. Ah, diksinya mengalir manis banget :))
    Bakalan jadi favorit saya nih hehehe salam kenal ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi mba...iyah, salam kenal juga.. :D

      Hapus
  3. sudah lama pundak ini sepi... dan tidak terbebani lagi, aku masih setia untuk menghitung waktu itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. huhu...pasti terkenang AZ lagi yah... :)
      Pasti akan berakhir indah, insyaallah..kalo blm indah blum berakhir.. :P

      Hapus
  4. Iiih so sweet tulisannya ka nik :)

    BalasHapus
  5. assalamualaikum ukh... salam kenal dari yg selalu stalking tulisanmu...
    selalu menginspirasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam....jazakillah ya... :)

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)