Firasat Hujan

Kamis, 24 Juli 2014
Untukmu,

“Kau boleh menjadi langit yang kau suka, aku bisa saja tetap menjadi tanah. Dan kelak, jika langit terlampau tinggi untukmu, tentu aku akan ada untuk setiap air matamu.” Lalu, cinta kita menjadi sesuatu yang tidak sederhana; merawat tiap-tiap luka dengan ketabahan dan doa-doa.


Akhir Juli yang hujan. Mungkin hanya kebetulan, belakangan ini hujan yang diguyur dari atap langit menampar-nampar tanah lebih keras, lebih deras. Makin keras, makin deras.



Sosok berjilbab merah jambu itu masih setia duduk di atas kursi di depan jendela kaca kesayangan, sambil sesekali menatap keluar. Memainkan jemarinya, mengarahkan bekas-bekas embun, menjejakkan kata dari balik jendela kaca berkayu jati dengan susunan alfabetik yang nyaris sempurna. Sejenak pandangan matanya beranjak pada secangkir kopi yang tak lagi mengepul di sudut jendela. Terdengar suara desahan nafas yang sama tiap kali gemericik air hujan di luar sana menjejak pada temaram senja.



"Aku masih di sini."




Bukankah hujan dan kopi itu seperti candu. Saat mereka bersatu, terciptalah sebuah mesin waktu. Kita bisa kembali ke manapun di masa lalu. Menulis bingkai cerita pilu yang larut dalam rintikan sendu, atau pun kisah cinderella dalam tawa di atas kereta kencana.


Alhamdulillah untuk segalanya :)


12 komentar :

  1. Haiiiikkkk :) melelehka... #nahloh :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apanya yg bikin meleleh coba..hahaha

      Hapus
  2. Hujan sering membawa rindu bersamanya,
    Kalau hujan sudah datang jangan lewatkan untuk berdoa, insyaa Allah mustajab, hehe

    BalasHapus
  3. kopi itu sebuah ungkapan kesetiaan...
    setiap pagi selalu terhidang di meja, dan dengan asapnya yang masih mengepul sang laki-laki meminumnya perlahan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmft..iya mba...seharusnya...:P
      ah, komennya mba dalem bingit :D

      Hapus
  4. aihhhh..selalu ingin terhanyut sama kalimat2 jeng unik #ambilpelampung

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakakakakak...om todi kambuuuhhh...capedeeee...*lemparkostumrenang

      Hapus
  5. rumah hujannya baguus,

    salam kenal dari pecinta hujan jugaa ^^

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)