• Kisah Hujan

    Hati, tubuh, jiwa, bisa terganti. Namun tulisan-tulisan kita (kemarin) akan selalu abadi. Entah dimana, di negerinya sendiri.

  • Menerka Hujan

    Percayakah kamu kalau saat hujan turun doa kita lebih bisa terkabul? Jadi kenapa tidak mengubah rindu menjadi doa, lalu semoga semuanya baik saja :)

  • Firasat Hujan

    Di Kota Hujan, kadang karena terlalu dingin, jadi terasa perih.

  • Sajak Hujan

    Puisi-puisiku berlari dalam hujan menuju rindu paling deras; kamu.

  • Senandung Hujan

    Ada senandung Tuhan, dalam tiap tetes hujan. Hujan akan tetap menjadi hujan, nikmat Nya yang tak bisa di dustakan.

  • Kota Hujan

    Hujan tahu kapan harus membasahi kota ini. Hujan juga tahu kapan harus berhenti.

  • Hujan dan Kopi

    Karena aroma secangkir kopi juga sebuah cinta.

  • Dongeng Hujan

    Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.

Dreamcatcher

Senin, 06 Oktober 2014
Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari biar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu. -Sudjiwo Tedjo

Dreamcatcher. Kisah penangkap mimpi.
Saat kanak-kanak, aku terlalu banyak menerka. Menerka; apa yang akan di bawah ayah di ujung gang sana. Menerka; siapa guru yang akan menyayangiku dengan tawanya. Menerka; siapa yang akan menjadi teman sebangkuku dalam bermain drama. Dan ratusan bahkan ribuan terkaan lain yang membuatku bersemangat pada setiap kejutan Tuhan. Nyatanya, hampir semua terkaan menjadi mesin mimpi sederhana yang begitu indah. Mesin mimpi yang begitu patuh pada si empunya.

Ketika beranjak dewasa, aku mulai lelah menerka. Karena perlahan tapi pasti, aku semakin sering salah menerka. Mesin mimpiku tidak lagi bekerja dengan baik dan sempurna. Bersamanya, terkadang harus ada air mata dan kecewa yang menjelma. Mungkin, karena aku tak lagi menerka tentang kisah yang sederhana. Kemudian aku mencoba berdamai, dan berkawan akrab dengan mesin waktu. Melalui hujan, secangkir kopi, dan lagu senja...aku kembali menerka. Namun tetap saja, tebakanku tak lagi jitu seperti dulu.


Menyerah? Hampir saja. Kadang aku merasa, mungkin aku memang membutuhkan penangkap mimpi yang akan menyaring mimpi burukku dan meloloskan mimpi-mimpi indahku melalui jaring tengah terbaiknya. Dan rupanya, setiap doa adalah satu-satunya penangkap mimpi terbaik yang kupunya.








"Perempuan itu, kalau tidak sakit tidak akan menangis kok.
Memangnya buat apa?




Menangis itu melelahkan."
Read More - Dreamcatcher