Dreamcatcher

Senin, 06 Oktober 2014
Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari biar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu. -Sudjiwo Tedjo

Dreamcatcher. Kisah penangkap mimpi.
Saat kanak-kanak, aku terlalu banyak menerka. Menerka; apa yang akan di bawah ayah di ujung gang sana. Menerka; siapa guru yang akan menyayangiku dengan tawanya. Menerka; siapa yang akan menjadi teman sebangkuku dalam bermain drama. Dan ratusan bahkan ribuan terkaan lain yang membuatku bersemangat pada setiap kejutan Tuhan. Nyatanya, hampir semua terkaan menjadi mesin mimpi sederhana yang begitu indah. Mesin mimpi yang begitu patuh pada si empunya.

Ketika beranjak dewasa, aku mulai lelah menerka. Karena perlahan tapi pasti, aku semakin sering salah menerka. Mesin mimpiku tidak lagi bekerja dengan baik dan sempurna. Bersamanya, terkadang harus ada air mata dan kecewa yang menjelma. Mungkin, karena aku tak lagi menerka tentang kisah yang sederhana. Kemudian aku mencoba berdamai, dan berkawan akrab dengan mesin waktu. Melalui hujan, secangkir kopi, dan lagu senja...aku kembali menerka. Namun tetap saja, tebakanku tak lagi jitu seperti dulu.


Menyerah? Hampir saja. Kadang aku merasa, mungkin aku memang membutuhkan penangkap mimpi yang akan menyaring mimpi burukku dan meloloskan mimpi-mimpi indahku melalui jaring tengah terbaiknya. Dan rupanya, setiap doa adalah satu-satunya penangkap mimpi terbaik yang kupunya.








"Perempuan itu, kalau tidak sakit tidak akan menangis kok.
Memangnya buat apa?




Menangis itu melelahkan."

15 komentar :

  1. Mba, kalo mimpi bisa ditangkap dengan doa, bisakah takdir juga ditangkap dengan doa??
    Nice story mba, i like this story..
    Dua jempol deh buat cerita ceritanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm..iya yaa..impian yg didoakan, terwujud atau tidak itu kan jadi takdir yaa..
      Haha..jadi ilmalia takdir aj kalo gitu.. *nyebut adiknya* XD

      Hapus
    2. wkwkwkwk...neeng...ada yg manggil2 lohh..*teriak ke neng make toa*
      ini #kode bukan yak? :P

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Hahaha jangan teriak2 mba..malu..

      Hapus
  2. ya, menangis itu bisa bikin nafsu lelah, perbanyaklah menangis, itu bagus..

    *tengok gambar di kanan atas (kota hujan) setahu saya itu bogor bukan jogja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menangis akan baik untuk jantung and...hahahaha..makin berdebar, makin sehat :D
      Eh, jogja kota hujan lohhh..(di hatikuuuuu)...hhahahaha...

      Hapus
  3. Saya juga jadi melirik tulisan kecil terakhir gegara komentar Mas Andy.
    perempuan itu, sukanya pura-pura lalu kemudian menangis. Ketika ditanya apa sebabnya, lalu berkata sambil tersenyum, "Aku ngga apa-apa kok"
    haha.. begitu mungkin mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe...perempuan terkadang cuma pingin orang terkasihnya tau apa yg dirasakan meski tanpa bicara kan ya...hohohoo...
      Mars dan Venus lah..:P

      Hapus
  4. penangkap mimpi adalah do'a dan sebaik-baiknya penangkap mimpi adalah do'a sang bunda... dari lisan dan hatinya lah sumber kekuatan untuk mewujudkan mimpi2 kami..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap...setuju bangettt om todiii.. :'(

      Hapus
  5. dreamcatcher kayak yang di film lee min ho, hehehe
    *salah fokus :D

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)