Kapan kita ke mana?

Kamis, 11 Desember 2014
Buatku tak ada yang berubah. Musim tetaplah begitu; kemarau berkepanjangan atau penghujan yang lebih deras dari kumpulan gerimis di bawah mata. Semua masih sama. Matahari terbenam akan selalu menjadi penanda; ke mana aku harus pulang.
Ada perjalanan yang kamu tidak perlu mengerti ujungnya.

Ada perjalanan yang entah dalam benak.
Ada perjalanan yang hanya menginginkan untuk mencoba.
Ada perjalanan yang memaksa sendirian saja.
Ada perjalanan yang menuntun berdua.
Ada perjalanan yang menyakiti.
Ada perjalanan yang meragu.
Ada perjalanan yang memberi kepastian bersama waktu.
Ada perjalanan yang memacu sendu.
Ada perjalanan yang menggelegak tawa.
Ada.

Pasti ada.

Kapan kita ke mana?



*Yang mesti diwaspadai dalam sebuah perjalanan bukanlah waktu, tapi langkah kaki. Waktu akan terus melaju, sementara langkah kaki kapan saja bisa terhenti. Entahlah ~

8 komentar :

  1. tampilan baru ya mbak?bagus ihh, lucu dan cantik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba...biar semangat nulis...hihii

      Hapus
  2. Waktu akan terus berjalan walaupun kaki sudah berhenti melangkah, kaki bisa lelah sedang waktu tak kenal kata lelah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, waktu berlalu tanpa mmpedulikan langkah kaki kita :)

      Hapus
  3. Ada perjalanan yang membuat kita merasa tak ingin maju ke masa depan, atau mundur ke masa lalu..
    :)

    BalasHapus
  4. itu namanya perjalanan yang terhenti..hahaha

    BalasHapus
  5. Menikmati lagu yg paling aku suka... Nyanyian langit kepada bumi. HUJAN

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)