-thought under the rain-

Rabu, 18 Maret 2015


Di antara banyak kesempatan yang hidup sudah berikan,
ada kalanya kamu sedang tidak ingin peduli;
apakah saat ini kerudungmu berantakan, kulitmu mulai memucat,
atau sepatu kesayangan basah terendam hujan.
Apakah letih masih ditemukan dalam kebersamaan,
apa perjalanan cinta kelak mencapai ujung jalan;
dan apakah kamu akhirnya bahagia bersama sang pangeran.

Tapi diam-diam sesuatu tetap menggelitik pelan.
Di antara sekian banyak ketidakpedulian yang berusaha kau abaikan,
kamu tahu hati kecilmu tetap merindukan keajaiban,
menghidupi kembali cinta yang dibiarkan tergeletak di pojokan.

Lalu kamu mengijinkan seseorang untuk melukis harapan-harapan.

Tentang keberanian untuk menghampiri terang,
yang biasanya cuma diintip diam-diam;
padahal di sana lah tiap bagian darimu disempurnakan.
Tentang iman bersayap yang membuat langit terbuka,
tentang jiwa yang hidup ketika berani bahagia.


...dan kemudian di bawah hujan, kamu berpikir;
untuk kembali peduli.

9 komentar :

  1. Dan tentang hujan, bukan hanya tentang basah..bahwa ini adalah rahmat Tuhan yg tetap menjaga kita ingat kepada-Nya dan tetap peduli terhadap hamba-Nya yg lain..

    Lama banget sih mba ga nulis..sampe kangen ih.. :-P

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha..kangen mbaknya yg nulis atau mbaknya yang di bogor?

      Hapus
    2. Hahaha..dua duanya deh..

      Hapus
    3. Lah..ga ada yg ngelarang kan?heuheuheu..

      Hapus
  2. Yaudah deh ga jadi kangen deh..

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)