• Kisah Hujan

    Hati, tubuh, jiwa, bisa terganti. Namun tulisan-tulisan kita (kemarin) akan selalu abadi. Entah dimana, di negerinya sendiri.

  • Menerka Hujan

    Percayakah kamu kalau saat hujan turun doa kita lebih bisa terkabul? Jadi kenapa tidak mengubah rindu menjadi doa, lalu semoga semuanya baik saja :)

  • Firasat Hujan

    Di Kota Hujan, kadang karena terlalu dingin, jadi terasa perih.

  • Sajak Hujan

    Puisi-puisiku berlari dalam hujan menuju rindu paling deras; kamu.

  • Senandung Hujan

    Ada senandung Tuhan, dalam tiap tetes hujan. Hujan akan tetap menjadi hujan, nikmat Nya yang tak bisa di dustakan.

  • Kota Hujan

    Hujan tahu kapan harus membasahi kota ini. Hujan juga tahu kapan harus berhenti.

  • Hujan dan Kopi

    Karena aroma secangkir kopi juga sebuah cinta.

  • Dongeng Hujan

    Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.

Tentang Senja

Rabu, 24 Juni 2015

Yogyakarta, Ramadhan hari ke 6 at 02;15 am.


Sebuah perjalanan, bagaimana pun bentuknya, akan memberi persepsi baru tentang hidup.

Pukul tiga, aku tergesa gesa. 
Segera kurapikan meja, membersihkan jendela, lalu memastikan tak ada debu yang menempel di sana. Aku harus bergegas sebelum pukul lima, sebelum senja menampakan jingganya, sebelum kamu tiba terlebih dahulu di sana.

Lalu senja itu kita bicara dalam diam, hanya kita yang mengerti.
Aku. Kamu. Menikmati waktu.
Aku. Kamu.
Sepotong senja.
Tentang aku, secangkir kopi, dan sebuah ingatan.
Seperti biasa, meski di langit mana pun senja kita tetaplah begitu.
Senja yang teramat sederhana. Tapi selalu kusuka.
Karena senja tak pernah berdusta soal warna. Katamu.

Ah ya, aku sudah bilang padamu belum? Sekarang, aku sedang belajar untuk tidak lagi minum kopi saat senja tiba.


Beberapa hal mungkin tak pernah kamu dengar dariku. Bahwa cinta pernah kumiliki serupa debar yang tak pernah bisa kujelaskan mengapa. Aku hanya sanggup berjanji tidak akan melukaimu. Itu saja.
Namun ternyata benar, setiap manusia berhak untuk merasa lelah tanpa dipaksa bangkit, berhak untuk merasa sedih tanpa dipaksa senyum. Segala luka akan sembuh pada waktunya. Karena Tuhanku senantiasa mencintaiku lebih dari yang aku perlu :)

Untuk setiap tawa yang Kau hadirkan dalam keseharian, Tuhanku, terima kasih banyak ya.
Untuk semua teman baik serta menyenangkan yang Kau datangkan dari mana saja, Tuhanku, beribu ucapan terima kasih pun rasanya tidak akan pernah cukup.
Untuk segala doa yang terus menerus merengkuhku dari jauh, untuk semua kebaikan yang selalu berebut datang kepadaku,
juga untuk semesta yang tak pernah alpa tersedia, aku sungguh-sungguh mengucap terima kasih.
Untuk segala doa dari seseorang rahasia yang menemaniku belakangan, terima kasih telah mempertemukan kami dipersimpangan jalan sehingga kami bisa saling mengerti.

Maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang dapat kau dustakan?
Jawabannya tentu saja tidak ada, Tuhanku.
Tidak akan pernah ada.
Terima kasih banyak karenanya.


 Permisi. Kau masih ingat hati yang dulu kau hancurkan?
Ternyata ia selamat dan bertambah kuat.
Tapi maaf, bukan lagi untukmu :)



*dedicated to; my best friend Diana from Sudra caste. Huahahaha.
Read More - Tentang Senja