Tentang Menulis

Jumat, 25 Maret 2016

Bagi sebagian orang, menulis bukan lah tentang merapihkan kenangan. Tapi lebih kepada merapihkan tulisan.
Mungkin bagimu akan berbeda.
Tentu saja tak mengapa,
asal jangan pernah kau paksakan tulisanku menjadi bagian dari ekspektasimu tentang duniaku.
Tolong mengerti, ya :)


Menuju kurang lebih enam tahun mencoba menulis, tidaklah pernah sesingkat perjalanan dari rumah menuju kampus. Rapih, tanpa tercerai berai lewat lisan. Kadang lelah, tapi seringnya malah banyak tingkah.
Ini hanya soal waktu.

Buat saya, menulis dan membaca tentang seseorang, adalah permainan menebak teka-teki. Tentang gaya penceritaan yang berpindah-pindah membuat saya membaca dan menulis, sembari menebak hubungan antar karakter. Tapi bukan berarti, setiap orang akan terhakimi karena tulisan dan bacaannya, bukan?

Saya pernah berlari-lari kecil menyusuri selasar trotoar. Saya berlari-lari kencang menyusuri pinggiran jalan.
Kau tahu mengapa?
Saya hanya menuruti orang-orang di sekitar yang terbirit-birit menghindari hujan.
Jika hujan adalah cinta, maka semua orang tentu tidak akan berlari secepat mungkin untuk menghindari jatuhnya.
Sayang, hujan tak sama dengan cinta.
Jatuhnya hujan tidak seperti jatuhnya cinta.
Jika hujan datang,
semua menghindar, mengutuk, lalu mencari perlindungan.
Tak ada yang berani hujan-hujanan bukan?
Kecuali anak kecil yang tak tahu apa itu sakit. Kecuali mereka yang tak takut apa itu basah. Kecuali mereka yang tak tahu apa itu dingin.
Hujan datang dengan waktu. Sama seperti menulis tentang rinai dan basahnya.
Semua orang bisa menyukai tulisan seseorang dengan mudah, atau bahkan membencinya. Tapi tidak semua orang mampu menyimpan teduh, dan berhenti bertanya tentang, "mengapa sekarang begini dan begitu?".

Adakah yang salah dengan perubahan cara berpikir dan pilihan seseorang?
Kamu tidak pernah benar-benar tahu tentang apa yang dialami dan dirasakan oleh seseorang dalam hidupnya. Maka kamu pun tidak pernah berhak menghakiminya dengan perspektif maupun ekspektasimu sendiri, kan? Semua manusia itu sungguh rumit, Maha Hebat Allah mampu memahami setiapnya. Dan kamu, tentu saja tidak :)

Beberapa orang sudah berada di zona nyamannya masing-masing. Merasa tidak ada masalah yang signifikan dengan perubahan orang lain. Perubahan itu progressif, dan progressif itu relatif. Maju ke depan, bukan stagnan, apalagi mundur perlahan. Setiap orang akan selalu diberi kesempatan itu, ya kesempatan untuk berubah. Tapi, ada yang hatinya bertindak sebagai penerima, ada pula yang bertingkah sebagai penolak. Ada yang sibuk menjustifikasi perubahan orang lain, ada pula yang sibuk berbenah. Kamu yang mana?

Ah, ya. Kelak saya masih ingin menulis tentang dinginnya salju di daratan Eropa atau pun negara-negara Asia. Setelah enam tahun menulis, ternyata saya masih belum bisa pegang salju. Haha. Jangan hakimi tulisan saya, ya. Kalau bisa bantu saya sih, boleh. Eh. 



"Ternyata, kita lebih sering mencintai pikiran kita tentang seseorang, daripada orangnya sendiri.” - Kilah.









18 komentar :

  1. Hai, Diajeng Penulis. Hari ini hujan kembali membasahi tanah-tanah kami; ternyata "pawang hujan" kembali mulai membasahi. I mean: you. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, masih sama. Menulis reply di sini, serupa mesin waktu :D

      Hapus
  2. Bagus sekali, mbak. Rangkaian kata-katanya sangat mengena. Semua yang mbak sampaikan lewat tulisan benar-benar sampai ke hati. Benar-benar menginspirasi pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terima kasih mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ya, udah setia baca tulisan random semacam ini dan itu :D

      Hapus
  3. Saya pengunjung baru di blog kakak, dan yaa sepertinya saya benar-benar jatuh hati dengan tulisan yang ini hehe :D Semoga masih banyak inspirasi di hujan yang akan datang :)

    BalasHapus
  4. semoga someday kita bisa pegang salju ya mbak hihi..

    BalasHapus
  5. Klakson untuk segala kendaraan klakson telolet
    blog ku blog iseng nulis
    Blog pribadiku Mas doni
    Info kesehatan penyebab impotensi
    Suka game pc ? saya jual game pc
    Blog pribadiku silahkan diklik
    Blog pribadiku silahkan diklik

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Wow, is that u? Finally, comment with ur really name. Ahahaha.

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan sebuah jejak persahabatan di sini :)